Trubus.id—Penduduk di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, percaya air kayu songga berkhasiat meningkatkan stamina.
Seluruh bagian kayu songga yang bercitarasa pahit itu berkhasiat sebagai tonikum. Tonikum bermanfaat menambah atau memulihkan tenaga yang kondisinya lemah atau kurang darah.
Lantas, bagaimana cara mengolah kayu songga? Anda dapat memotong batang kayu songga sepanjang 0,5—1 meter. Melubangi dan membentuk gelas dengan alat bantu seperti gurinda. Gelas songga lazimnya berdiameter 5—15 cm dan tinggi 15—20 cm.
Songga juga dapat dibuat serbut caranya potong atau cacah kayu berukuran 1 cm. untuk biji dan daun tidak beri perlakuan apapun. Jemur hingga kering. Jika terik, minimal 5 hari penjemuran. Jika mendung minimal 7 hari.
Setelah kering, giling atau haluskan biji, daun, dan kayu dengan alat penggilingan. Serbuk tanaman songga siap diseduh ataupun dimasukkan dalam kapsul.
Herbalis Lina Mardiana, mengolah serutan kayu songga menjadi serbuk dan mengapsulkan. Ia mendapat pasokan kayu bidara laut itu dari Kalimantan. Studi literatur menunjukkan kayu songga (Strychnos lucida) tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, dan Madura.
Pengapsulan untuk memudahkan konsumsi karena “menutup” rasa pahit kayu songga. Lina meresepkannya secara tunggal untuk pengobatan diabetes mellitus dan mempercepat pengeringan luka luar.
Cara sama dilakukan herbalis di Kota Bogor, Valentina Indrajati. Ia menjemur biji, daun, dan kayu songga, lalu menghaluskan dengan penggilingan terigu. Serbuk dicampur dengan herbal lain misalnya pulosari untuk mag dan kumis kucing.
