Trubus.id—Daun pepaya memiliki rasa pahit yang khas. Masyarakat kerap menghilangkan pahit saat mengonsumsi daun pepaya. Keunikan rasa dan khasiat daun pepaya sebenarnya terletak pada rasa pahitnya.
Menurut herbalis sekaligus farmakolog dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Dr. apt. Kintoko, M. Sc. senyawa golongan alkaloid seperti carpaine, pseudocarpain, dehydrocarpaine I dan II, serta saponin berkontribusi memberikan rasa pahit pada daun pepaya yang disinyalir kuat bersifat antikanker.
Baca juga Riset Ungkap Daun Pepaya Berpotensi Sebagai Antikanker Laring – Trubus.
Enzim papain yang sering digunakan untuk membantu pencernaan dan memiliki sifat antiinflamasi ternyata juga berkontribusi memberikan rasa pahit pada daun pepaya.
Kintoko menyarankan untuk pencegahan atau kanker bisa mengonsumsi 50 gram daun basah yang diolah sebagai lalapan. Sebaiknya pilih daun pepaya tua agar zat gizi terjaga dengan baik. Ia menyarankan agar daun pepaya dimasak dengan cara diuap ketimbang direbus.
Bila sulit mengonsumsi langsung, masyarakat bisa mengonsumsi sari pati daun pepaya. “Jika berbentuk serbuk kering, 2 sendok garam atau 5 g. Jika ekstrak, antara 250 mg—600 mg. Minum sehari 3 kali sebelum makan,” kata alumnus Guangxi Medical University, Tiongkok, itu.
Keunikan rasa dan khasiat daun pepaya sebenarnya terletak pada rasa pahitnya. Masyarakat kerap menghilangkan pahit saat mengonsumsi daun pepaya. Justru zat pahit mengindikasikan kesamaan zat pahit pada tanaman Taxus brevifolia yang banyak digunakan sebagai antikanker.
“Berkaca dari penemuan obat kanker taxol dari Taxus brevifolia yang pahit, maka daun pepaya kemungkinan punya potensi dikembangkan sebagai zat pahit untuk kanker,” ujar Kintoko.
Lebih lanjut ia menuturkan, daun pepaya juga memiliki khasiat lain seperti menurunkan gula darah serta meningkatkan kinerja enzim pencernaan. Ia pun menyangkal mitos konsumsi daun pepaya bisa meningkatkan asam urat.
