Trubus.id—Saat membuat masakan seledri salah satu sayuran yang sering menjadi bumbu pelengkap. Selain menambah cita rasa yang khas sayuran famili Apiaciae itu kaya akan gizi. Seledri mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, folat, kalsium, magnesium, dan kalium. Selain itu khasiat selederi juga amat beragam.
Seledri Gempur Asam Urat
Hasil penelitian dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) di Jakarta menunjukkan, infus daun seledri dengan kadar 10% sebanyak 5 ml/kg bobot tubuh menurunkan kadar asam urat darah kera. Itu dibandingkan dengan Probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian.
Menurut Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Depkes RI, seledri Apium graveolens mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak atsiri 0,033%, fl avoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C.***
Seledri Atasi Batu Ginjal
Seledri berpotensi mengatasi batu ginjal. Itulah hasil penelitian Evie Kurnia Maya Dewi, Daud Karel Walanda, dan Sri Mulyani Sabang dari Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.
Hasil penelitian yang termaktub dalam Jurnal Akademika Kimia itu mengungkapkan makin besar konsentrasi seledri, maka kian banyak kalsium yang terlarut. Itu karena kalium dalam seledri menjaga keseimbangan elektrolit ginjal.
Kalium juga menyingkirkan kalsium dan bergabung dengan senyawa pembentuk batu ginjal, kalsium fosfat. Lalu terbentuklah senyawa garam yang mudah larut dalam air. Dengan begitu batu ginjal terlarut perlahan dan keluar bersama urine.***
Seledri Makanan Otak
Seledri kerap dihidangkan di dalam menu sup. Namun, Rodney Johnson, periset University of Illinois, Amerika Serikat menyarankan mengkonsumsi Apium graveolens secara rutin. Sebab, hasil risetnya menemukan seledri kaya luteolin, senyawa aktif pencegah pembengkakan mikroglia.
Mikroglia adalah bagian otak yang berfungsi melawan serbuan mikroorganisme ke dalam organ di kepala. Seledri juga menurunkan risiko pembengkakan pada bagian hipokampus, wilayah otak pengetahuan dan ingatan. Dengan kedua fungsi itu, seledri berpotensi besar sebagai perawatan bagi pengidap alzheimer. ***
Seledri Entaskan Ketombe
Lazimnya seledri digunakan sebagai bumbu penyedap makanan. Penelitian Lismawati dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, menunjukkan Apium graveolens berkhasiat antiketombe. Lismawati melibatkan sembilan mahasiswi terindikasi menderita ketombe kering dengan pemberian sari seledri sekali sehari dan dua hari sekali.
Hasilnya pemanfaatan sari seledri sekali sehari mampu mengatasi ketombe dengan baik. Tandanya berkurangnya gatal, kerak ketombe, dan kerontokan rambut. Seledri mengandung zat diosmin, minyak asiri, dan vitamin (A, B, dan C).
Diosmin berperan sebagai antiinflamasi, sedangkan minyak asiri berfungsisebagai antijamur. Vitamin A, B dan C dibutuhkan rambut dan juga terkandung dalam sampo antiketombe modern.***
