Trubus.id—Tanaman anggrek sehat dan rajin berbunga didamba hobiis. Namun serangan kumbang tanduk Oryctes rhinoceros kerap membuat para hobiis geram.
Pasalnya, kumbang tanduk menggerek pucuk bunga dan bagian tanaman anggrek lainnya sehingga lambat laun anggrek meregang nyawa.
Hama lain yakni kutu gajah Orchidophilus atterimus menjadi musuh abadi pekebun anggrek. Berikut cara mengendalikan kumbang tanduk dan kutu gajah.
Basmi kumbang tanduk
Tasya di Blitar, Jawa Timur, menggunakan cairan susu kental manis untuk mengusir kumbang. Ia menyiramkan sesendok susu pada media anggrek. Susu itu untuk mengundang semut. Saat semut berdatangan, kumbang tanduk pergi karena merasa terancam. Anggrek pun bebas serangan kumbang.***
Kutu gajah sirna
Peneliti di laboratorium Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan cendawan patogen Beauveria bassiana untuk mematikan kutu gajah.
Caranya larutkan 2—3 gram cendawan dalam bentuk serbuk dalam seliter air. Tambahkan 3 sendok gula pasir, lalu aduk hingga larut. Semprotkan ke seluruh tanaman pada sore hari.
Spora cendawan B. bassiana akan masuk ke tubuh serangga melalui kulit, saluran pencernaan, dan spirakel. Spora itu nantinya tumbuh dan mengeluarkan racun beauverin. Dalam hitungan hari, miselia cendawan tumbuh ke seluruh bagian tubuh serangga. Hama pengganggu anggrek pun mati.
Rajin Berbunga
Selama ini para pehobi kerap kesulitan membungakan anggrek vanda. Pengelola kebun Centra Anggrek di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rendi Nugraha, memiliki kiat membungakan anggrek vanda.
Ia menghindari naungan vanda lebih dari 50%. Siram vanda 2—3 kali sehari karena anggrek itu tumbuh tanpa media. Sebagai sumber nutrisi, semprotkan larutan pupuk NPK berimbang pada masa vegetatif dengan konsentrasi 2—3 g per liter.
Ketika memasuki fase generatif, semprotkan pupuk NPK berkadar fosfor (P) dan kalium (K) lebih dominan dengan konsentrasi 2—3 g per liter. Interval pemupukkan sepekan sekali.***
