Saturday, December 3, 2022

Kiat Memijahkan Ikan Gabus 3 Kali Setahun

Rekomendasi

Trubus.id — Gabus salah satu komoditas ikan air tawar bernilai ekonomi tinggi. Meski potensial, peternak gabus menghadapi beragam kendala, salah satunya memijahkan untuk memperoleh benih. Hal ini karena pemijahan ikan gabus musiman, yakni sekali setahun dan pada musim hujan. Dampaknya, waktu penyediaan benih sangat singkat.

Kini pemijahan gabus tidak hanya setahun sekali. Pemijahan induk gabus dapat terjadi 3 kali setahun dengan sistem pemijahan alami. Berikut ini kiat memijahkan ikan gabus 3 kali setahun.

Pemberian pakan

Peningkatan frekuensi pematangan gonad bisa dengan memanfaatkan pakan lengkap nutrisi dan manajemen pemberian pakan. Komposisi pakan itu yakni kadar air (6,76%), protein (36,12%), lemak (3,17%), abu (10,27%), serat kasar (4,79%), dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BENT) (45,65%). Peternak dapat membeli pakan itu di toko pakan ikan.

Pemberian pakan empat kali sehari yakni pada pagi, siang, sore, dan malam. Ikan gabus termasuk hewan nokturnal atau aktif pada malam hari sehingga pemberian pakan dilakukan saat malam.

Dosis pakan sebesar 5% dari total bobot ikan. Misalnya, sepasang induk berbobot 2 kg, pakan yang didapat 0,1 kg per hari. Empat bulan pascakonsumsi, gonad matang dan ikan siap memijah lagi.

Ukuran induk gabus

Agar pemijahan berhasil, pastikan ukuran induk gabus sama untuk menghindari perkelahian. Jika induk dari hasil tangkapan alam, pelihara ikan selama 3 bulan sebelum pemijahan. Tujuannya, agar ikan gabus beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengurangi stres. Sebab, stres akan memengaruhi tingkat kematangan gonad.

Lazimnya, ikan siap pijah berumur satu tahun atau berbobot 200 gram untuk jantan dan 250 gram untuk betina.

Tempat pemijahan

Sistem pemijahan bersifat semialami menggunakan bak fiber berbentuk silinder bervolume 500 liter air. Sebaiknya, kedalaman air 70–100 cm. Bagian teratas bak ditutup jaring agar ikan tidak melompat. Letakkan juga eceng gondok dengan tutupan 50 persen dari luas permukaan air. Induk gabus meletakkan telur di pangkal tanaman air itu.

Tanpa eceng gondok, kualitas air menurun sehingga tête de serpent strié—sebutan ikan gabus di Prancis itu—berpotensi mati. Eceng gondok Eichhornia crassipes berperan sebagai filter biologis yang mengurai amonia dan tempat berlindung.

Setiap bak berisi satu pasang induk yang terdiri atas satu jantan dan satu betina. Sebab, ikan gabus bersifat teritorial sehingga harus terisolasi. Pengecekan kematangan gonad setiap 2–3 pekan dengan kateter.

Gabus siap pijah

Jika tingkat kematangan gonad (TKG) mencapai 4, ikan siap memijah. Cirinya, jika telur dikeluarkan dan diberi air, akan terpencar dan tidak mengumpul. Jika gonad sudah matang, suntik induk dengan hormon gonadotropin berdosis 0,6 ml per kg bobot tubuh dan cairan infus sehingga bervolume 1 ml agar lebih encer.

Jika gonad sudah matang, suntik induk dengan hormon gonadotropin. (Dok. Trubus)

Para peternak mudah mendapatkan produk hormon itu di pasaran. Tanda perilaku memijah adalah induk jantan berkejaran dengan betina.

Gabus tidak memijah sekaligus (partial spawning) karena mempunyai dua kantong telur. Ikan sumber albumin itu akan memijah 2–3 kali dalam interval waktu tak menentu. Satu induk betina berbobot 0,5 kg menghasilkan 15.000 telur.

Selang sepekan, berikan pakan bernutrisi lengkap selama 4 bulan dan siap memijah lagi. Cara itu memudahkan peternak memperoleh benih gabus tanpa bergantung pada tangkapan alam dan musim pemijahan.

Daya tetas telur berkisar 60–75%. Jumlah itu lebih rendah daripada daya tetas hasil tangkapan alam yang mencapai 70–85%. Meski begitu, peternak dapat memijahkan gabus 3 kali dalam setahun sehingga tetap lebih untung.

Itulah upaya untuk memperpendek waktu pemijahan. Untuk ikan-ikan yang sudah didomestikasi sempurna (dibudidayakan), rematurasi dilakukan dengan memanfaatkan hormon yang meningkatkan proses sintesis vitelogenin dan penyerapannya oleh sel telur.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img