Wednesday, January 7, 2026

Kiat Sukses Beternak Tokek

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tokek merupakan hewan yang mirip seperti cicak, kadal, dan bunglon. Budidaya tokek menjadi kegiatan yang menjanjikan seiring dengan meningkatnya permintaan di pasaran.  Agar tokek bernilai tinggi, berikut kiat beternak tokek.

Berikan tempat yang nyaman bagi tokek. Tokek-tokek itu dapat ditempatkan di kandang plastik. Lengkapi kandang itu dengan wadah pakan burung yang bagian bawahnya berlubang, lalu letakkan wadah itu terbalik sebagai tempat tokek bersembunyi. Alas kandang cukup diberi kertas koran.

Pehobi dapat memberikan pakan seperti ulat hongkong atau jangkrik. Jangkrik juga berkadar lemak rendah dan kadar proteinnya setara ulat hongkong. Namun, ulat hongkong tidak banyak bergerak di wadah pakan, sementara jangkrik lebih aktif.

Sebagai sumber betakaroten Anda dapat memberikan umbi wortel. Betakaroten membuat warna tokek menjadi lebih cerah. Jangan khawatir, meski tokek hewan karnivora, umbi wortel itu dapat diberikan melalui ulat hongkong. Puasakan ulat hongkong selama sehari.

Pada hari berikutnya, berikan pakan umbi wortel kepada ulat-ulat hongkong. Sebagai sumber kalsium Anda dapat memberikan sedikit kapur dolomit dalam bekas tutup air botol. Tokek biasanya akan menjilati kapur dolomit sebagai sumber asupan kalsium.

Asupan kalsium untuk mencegah penyakit metabolic bone disease (MBD). Penyakit itu membuat kaki tokek tidak normal dan sedikit bengkok. Untuk menangkarkan tokek, pilih calon induk terbaik dengan ciri sehat, warna cerah, dan siap kawin.

Ciri induk betina siap kawin terdapat bulatan lonjong kemerahan di perut jantan biasanya mengeluarkan sperma yang kemudian mengering di kelaminnya pada bagian bawah dubur.

Lantas satukan jantan dan betina terpilih di sebuah kandang. Setelah sepekan hidup bersama, perut betina membesar dan terlihat sebutir telur berbentuk lonjong di perut.

Mengawinkan tokek harus tepat waktu.  Bila betina sudah masuk masa ovulasi, bakal telur dalam perut betina mengeras sebelum pembuahan sehingga telur tidak berembrio. Lalu masukkan betina yang mengandung telur ke dalam stoples setinggi 5 cm dan berdiameter 7 cm.

Tiga per empat bagian stoples itu berisi media sphagnum moss sebagai tempat untuk meletakkan telur. Dalam satu kali masa kawin, tokek betina bisa bertelur 4 kali dengan interval 2—4 pekan. Setiap kali bertelur induk betina mengeluarkan 1—2 telur.

Setelah induk betina bertelur, pindahkan telur ke wadah penetasan berupa stoples berdiameter 5 cm dan tinggi 5 cm. Stoples itu berisi 25 gram media perlite basah.

Pada hari ke-50 sampai ke-60 dengan suhu ruangan antara 30—310C, telur menetas. Begitu menetas, pindahkan tokek kecil itu ke stoples lain beralaskan tisu basah. Sepekan berselang, ketika tokek berganti kulit, pindahkan ke kandang yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img