Peremajaan Sawit: Produksi Kian Meningkat

Rekomendasi

Trubus.id— Pekebun sawit di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Suraji semringah. Pasalnya  pada awal 2023 dari 3 kali panen ia menuai 2,1 ton Tandan Buah Segar (TBS). Hasil itu berkat peremajaan tanaman sawit. Sebelumnya ia nihil memeroleh hasil panen. Musbabnya tanaman sawit berumur tua.

Pada April 2021 Suraji menerima manfaat program peremajaan sawit rakyat (PSR). Menurut Suraji sawit hasil peremajaan mulai berbuah saat umur 2,5 tahun. Bandingkan dengan sebelum peremajaan, tanaman belajar berbuah 5 tahun setelah tanam.

Suraji mengganti tanaman sawit tua dengan tanaman muda varietas Topaz. Total populasi di lahan 3,6 milik Suraji yakni 573 tanaman dengan jarak tanam 9 m x 9 m.  “Program PSR membantu meningkatkan produktivitas sawit,” kata Suraji.

Pekebun lain seperti Jahari pun merasakan manfaat PSR. Petani di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, itu meremajakan sawit sejak 2020. Ia menanam di lahan seluas 2 ha yang berpopulasi 264 tanaman jenis Topaz.

Tanaman mulai berbuah saat umur 3 tahun. Jahari optimis potensi hasil panen di kebun itu lebih dari 10 ton/ha/tahun TBS pada 2024. Musababnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman bagus.

Direktur Penghimpunan Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Dr. Ir. Sunari, M.S., dalam webinar Benih Sawit Unggul Berkualitas Kunci Sukses PSR, menjelaskan bahwa berdasarkan Kepmentan No.883 tahun 2019 total luas kebun sawit di Indonesia sekitar 16,38 juta ha.

Sebanyak 42% atau 6,94 juta ha merupakan milik petani swadaya dan rakyat. Namun seluas 2,4 juta ha dari total tutupan sawit yang ada perlu peremajaan. Ia menuturkan bahwa kebun sawit rakyat menghadapi berbagai tantangan. Pertama produktivitas hasil panen rendah.

Saat ini rata-rata produktivitas kebun sawit rakyat secara nasional kurang dari 10 ton TBS/ha/ tahun setara 2,5—3 ton crude palm oil (CPO)/ha/tahun. Harapannya perkebunan sawit rakyat melalui PSR bisa menuai panen minimal 20 ton/ha/ tahun pada 3—5 tahun mendatang.

Target program PSR dapat mencapai 540.000 hektare dalam kurun waktu 2017— 2023. Tercatat sejak 2016—31 Agustus 2023 realisasi penyaluran dana PPKS mencapai Rp8,18 triliun untuk lahan seluas 295.545 ha dan 130.032 pekebun.

Program PSR tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.



Artikel Terbaru

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp103.700 per Kg, Cabai Keriting Turun

Trubus.id – Harga cabai rawit merah mencapai Rp103.700 per kg pada Selasa, 20 Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi...

More Articles Like This