Saturday, January 24, 2026

Kisah Sukses Dharmayugo Hermansyah Berbisnis Minyak Asiri

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Dharmayugo Hermansyah meraup omzet Rp22,4 juta dari perniagaan 140 kilogram (kg) minyak asiri serai wangi seharga Rp160.000 per kg. Setelah dikurangi biaya produksi Rp16 juta, Dharmayugo mengantongi untung Rp6,4 juta per bulan.

Warga Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, itu membudidayakan serai wangi di lahan seluas 4 hektare (ha). Ia menyewa kebun di Desa Cigenca, Kecamatan Kelapa Nunggal,Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Dharmayugo budidaya serai wangi mudah. Kuncinya pemilihan bibit berkualitas dan penyiangan gulma yang menjadi pesaing berat serai wangi berusia 1—45 hst.  Kesuksesan Dharmayugo saat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Minyak asiri hasil penyulingan serai wangi. (Trubus/  Dede Rizky Permana)

Semula Dharmayugo merugi belasan juta rupiah saat budidaya singkong. Saat itu harga jual singkong hanya Rp700 per kg. Padahal ia menanam 10.000 singkong dengan periode budidaya 8 bulan.

Hasil panen 30 ton, sayangnya omzet perniagaan singkong hanya Rp21 juta. Padahal saat harga normal Rp1.300, omzet mencapai Rp39 juta. Artinya Dharmayugo merugi hingga Rp18 juta. Kerugian itu membuat Dharmayugo banting setir ke komoditas lain.

Kelas Trubus menjadi cahaya di tengah kegelapan yang dialaminya. Dharmayugo mengikuti beragam pelatihan yang diselenggarakan oleh Kelas Trubus. Mulai dari pelatihan budidaya vanili, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hingga minyak asiri.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan dari sisi budidaya dan bisnis, Dharmayugo memilih bisnis minyak asiri. Selain mendapat materi, Dharmayugo terbantu lantaran mendapat pendampingan dari pemateri Kelas Trubus pascapelatihan.

Oleh karena itu, ia menyarankan bagi petani pemula untuk mencari ilmu dan mentor. Bagi yang lahannya terbatas, bisa menyewa lahan. “Seperti yang saya gunakan ini, statusnya lahan hak guna usaha (HGU),” kata pria berumur 61 tahun itu.

Menurut  Dharmayugo pasar minyak asiri masih sangat menjanjikan. Untuk meningkatkan harga jual, minyak asiri bisa diolah menjadi berbagai produk turunan (diversifikasi) seperti sabun dan pengharum ruangan serai wangi.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img