Monday, August 15, 2022

Kolonel Jesda Attavichit, Presiden Thailand Betta Club (TBC) “Intinya adalah Kerjasama”

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di bawah sengatan terik matahari, mobil jemputannya malah meluncur ke farm milik Hermanus J Haryanto, di bilangan Tomang, Jakarta Barat. “Saya ingin melihat cupang dulu lalu ke hotel,” ujarnya. Penat dan lelah selama 4—5 jam perjalanan dari Bangkok, Thailand hilang terkikis niat melihat cupang.

Siang itu wajah Jesda—demikian ia disapa—malah tampak bahagia. Udara Jakarta yang panas menyengat tidak menghanguskan semangat sang kolonel untuk berkunjung ke farm. Setibanya di farm, matanya menari-nari mengikuti liukan halfmoon, serit, dan plakat. Senyum sumringah pun sesekali tersungging di bibirnya saat halfmoon merah ngedok di depan mata. “Saya senang melihat cupang berenang dan ngedok,” kata pria yang genap 50 tahun pada November 2005 silam itu.

Begitulah Jesda bila sedang melakukan “lawatan cupang” ke luar negeri. Setiap negara yang dikunjunginya seperti Singapura, Filipina, Australia, Amerika Serikat, hingga Eropa, ia selalu menyempatkan diri mencari cupang berkualitas. Tak hanya cupang, mantan anggota pasukan penjaga p e r d a m a i a n PBB yang pernah bertugas di Timor Timur itu juga gencar berburu informasi tentang perkembangan cupang. “Mencari informasi dan jaringan itu penting,” ujar Jesda.

Berkat perjuangannya bersama peternak-peternak cupang seperti Sarawut, Tada, Suprime Betta, Blue Betta, dan beberapa peternak kawakan di Th ailand, TBC menjadi chapter (anggota, red) International Betta Congress (IBC). TBC bersama Australia, Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam berada dalam Area 6 yang meliputi Asia- Pasifi k. Jesda diangkat sebagai presiden pertama Th ailand Betta Club (TBC).

Di sela-sela kesibukannya mencari cupang dan informasi di Indonesia, sang presiden masih menyempatkan waktu untuk berbagi cerita ke Trubus tentang perkembangan cupang di Th ailand dan tren cupang dunia. Berikut cuplikan wawancara eksklusif reporter Trubus, Rahmansyah Dermawan.

Bagaimana tren cupang di Thailand saat ini?

Cupang menjadi ikan nomor satu di Th ailand. Tren beternak cupang tidak pernah surut. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah hobiis sekitar 10— 20%. Itu karena orang Th ailand menyukai cupang sehingga tren beternak berkembang terus. Di kawasan Th ailand bagian tengah peternak giat memproduksi cupang secara massal. Th ailand bagian utara lebih memilih plakat sebagai ternakan utama.

Sentra cupang di Th ailand berkembang di sekitar Rayong, Nakhon Pathom, dan Nakhon Sawan. Di Nakhon Sawan misalnya. Kawasan yang berdekatan dengan Bangkok itu terkenal pencetak cupang dalam skala raksasa. Dalam 3—4 bulan bisa menghasilkan 1-juta cupang. Setiap akhir pekan, ratusan cupang dari Nakhon Sawan dijual di Bangkok.

Ke mana hasil ternakan cupang dipasarkan?

Pasar cupang di Th ailand tumbuh pesat. Kalau 2—3 tahun lalu pasar lokal yang ramai, sekarang pasar luar negeri seperti Singapura, Amerika Serikat, Filipina, hingga Eropa juga dipegang. Itu lantaran harga ekspor lebih baik. Kita bisa menjual US$10—US$20/ekor untuk ikan kualitas standar. Malah ikan kualitas kontes bisa di atas harga itu. Biasanya peternak menjajakan cupang melalui kontes atau internet.

Sebenarnya tak hanya Th ailand yang bisa menembus pasar luar negeri. Semua penangkar cupang yang berada di area 6 juga berpeluang besar. Mereka memiliki potensi alam seperti suhu, air, dan cuaca yang mendukung. Biaya produksi pun murah sehingga harga bisa bersaing dengan negara-negara di area lain. Jadi, kita tidak perlu khawatir mengenai pasar cupang dunia.

Lalu, bagaimana dengan negara pesaing seperti Amerika Serikat dan Australia?

Saya melihat mereka bukan sebagai kompetitor atau lawan bisnis. Malah mereka merupakan pasar yang besar. Walaupun mereka beternak cupang, tetapi mendapatkan kualitas tinggi belum tentu bisa. Pasar lebih menginginkan cupang berkualitas dibanding kuantitas yang banyak.

Mereka memiliki banyak kendala untuk beternak cupang. Salah satunya biaya produksi yang sangat mahal. Saat musim dingin, mereka harus membayar listrik untuk pemanas ruangan agar cupang bertahan hidup. Itu belum termasuk biaya pakan mahal dan kondisi air yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan cupang. Itulah sebabnya peternak Amerika sulit menjual ternakannya karena harga jual ikan menjadi sangat mahal demi menutupi biaya produksi yang melonjak.

Jadi, ini peluang pasar yang besar bagi negara-negara produsen di area 6. Kita bisa beternak cupang dengan mudah dan murah, Kita tidak perlu mengeluarkan biaya listrik untuk menyesuaikan cuaca dan suhu. Kondisi air sesuai, suhu dan cuaca cocok, pakan cuk dan daphnia pun melimpah.

Apa yang perlu dilakukan untuk menjaga pasar?

Kita harus saling berbagi informasi dan bekerjasama. Selama kita saling bekerjasama kita bisa menjual cupang ke Amerika Serikat bahkan Eropa dengan harga yang lebih kompetitif dan posisi tawar yang lebih kuat. Bila harga jual bersaing, cupang-cupang dari area 6 bisa melanglang buana ke seluruh dunia. Nah, semakin banyak yang mengenal dan tertarik dengan ikan kita, pasar semakin terbuka. Caranya dengan sering mengikuti kontes bertaraf internasional.

Di Th ailand, pemerintah melalui Dinas Perikanan menjadi leader untuk pengembangan cupang. Jadi, eksportir dan peternak cupang selalu mendapat dukungan dari pemerintah. Oleh karena itu banyak eksportir seperti Sarawut, Suprime Betta, dan Blue Betta terkenal di seluruh dunia. Itu belum termasuk peternak yang secara pribadi menjual ikan melalui internet.

Berapa harga standar cupang di Thailand?

Tidak mahal. Cupang kualitas standar bisa dibeli dengan harga 50 bath setara Rp10.000 (1 bath = Rp200,-, red) sedangkan cupang kualitas kontes tentu lebih mahal. Halfmoon dan serit best quality dihargai Rp60.000— Rp100.000/ ekor, bahkan untuk halfmoon gold bisa mencapai Rp800-ribu seekor.

Harga-harga itu terjangkau dan cukup bersaing di pasaran. Buktinya, banyak hobiis dari luar negeri yang meminta cupang dari Th ailand. Setiap ada kontes internasional, hobiis pasti berburu ke Th ailand. Itu karena kualitas ikan lebih dipentingkan dibanding harga. Bila kualitas tinggi harga berapapun pasti dibeli.

Bagaimana kontes di sana?

Nah, kontes di Th ailand belum ada klasifi kasi kelas yang pasti. Satu kelas halfmoon atau plakat bisa diikuti beragam warna. Jadi, repot untuk menilai secara adil. Oleh sebab itu harus dipisah-pisahkan setiap kategori biar jelas dan gampang penjuriannya. Sebaiknya penjurian disesuaikan dengan sistem internasional yang telah ditetapkan IBC. Misal CA1 untuk kategori serit merah single tail; CA2 untuk kategori serit hitam single tail; sedangkan CA3 untuk kategori merah dan hitam double tail. Dengan pemisahan warna dalam kontes, kita bisa menilai cupang bercorak butterfl y, marble, dan corak lain dengan detail.

Keuntungan lain, hobiis mengetahui cupang yang mereka beli. Bila Anda ingin cupang merah, hitam, atau warna-warna solid, Anda tahu kriterianya. Orang tidak bisa berbohong atau berbuat curang. Ikan seharga Rp800.000 bisa masuk akal. Cara ini bagus untuk perkembangan pasar.

Kendala apa yang kerap terjadi di kalangan

peternak cupang Thailand?

Permasalahan di Th ailand adalah banyak peternak tidak peduli dengan genetik ikan. Mereka tidak tahu menyeleksi warna yang diinginkan pasar. Jadi, bisa saja ikan memiliki bentuk yang bagus tetapi warna salah. Otomatis ikan itu tidak bisa dijual.

Kendala lain, harga turun saat produksi melimpah. Sebenarnya itu terjadi bila barang banyak dengan kualitas rendah. Namun, bila ikan melimpah lalu semua berkualitas tinggi, ikan Anda pasti laku terjual. Oleh sebab itu peternak harus punya standar kualitas seperti hijau yang bagus itu seperti apa atau merah yang berkualitas seperti apa.

Beternak cupang memang gampang, tapi mendapatkan kualitas yang bagus seperti ternakan Hermanus dan Indrata itu sangat sulit. Jadi, kita harus memberi tahu peternak bahwa mereka harus lebih selektif memilih warna yang bagus, indukan yang bagus, dan menciptakan anakan berkualitas. Pasti banyak orang yang membeli ikan tersebut.

Nah, di situlah peran TBC sebagai organisasi nonprofi t alias tidak “membuat” uang. Misi kita adalah meningkatkan usaha peternak cupang dan memberi kemudahan bagi peternak dan hobiis untuk membuka jaringan dan akses ke seluruh dunia. Tentu semuanya membutuhkan kerjasama dan informasi dari semua pihak.***

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img