Monday, January 26, 2026

Kombinasi Enzim dan Artificial Intelegence (AI) untuk Membersihkan Bulu di Sarang Walet

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Penggunaan enzim protease serin bisa lebih efisien hingga 5—8 kali lipat dalam meluruhkan atau membersihkan bulu yang menempel pada sarang burung walet dibandingkan dengan mencabut secara manual.

Itulah paparan hasil riset dan diskusi mendalam pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2021 dari tim Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Malang, yang terdiri dari Verianti Liana, S.T., Bagas Rohmatulloh, S.T., Rizal Arifiandika, S.T., dan Riris Waladatun Nafi’ah, S.T.

Vera—panggilan akrab Verianti Liana—membandingkan antara penggunaan enzim dengan pembersihan secara manual. Rata-rata pekerja dengan kemampuan mahir memerlukan waktu 30 menit untuk membersihkan 1 keping sarang.

Namun, jika membersihkan 100 keping sarang bisa memakan waktu 50—80 jam. Sementara jika menggunakan enzim hanya membutuhkan waktu 10 jam baik 1 atau 100 keping sarang hingga bulu dan kotoran meluruh.

 Vera menambahkan bulu walet mengandung keratin dan memiliki ikatan disulfida tinggi. Itu menyebabkan kekakuan dan resitensi terhadap bahan kimia sehingga menjadi tantangan dalam membersihkannya.

Selain membersihkan secara fisik, solusi lain membersihkan bulu dengan mengurainya secara biologis dengan enzim. Penemuan enzim itu hasil studi literartur Vera dan tim dari jurnal riset asal Australia tentang enzim protease serin.

“Memang riset awal masih untuk mengurai bulu unggas, tetapi kami rasa memungkinkan diaplikasikan untuk bulu walet,” katanya. Enzim awal yang diperoleh sejatinya dari produk komersial. Tetapi kini dikembangkan secara kultur mandiri di Labratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Namun, sekadar pemberian enzim saja belum benar-benar efisien. Pasalnya, jika pemberian tidak tepat guna hasilnya akan kurang efisien secara ekonomi. Vera menambahkan, pemberian enzim dengan cara disemprotkan tanpa memperhatikan dosis, rata-rata harga pokok produksi (HPP) bisa mencapai Rp18.081 per keping sarang.

Adapun manual mencabut secara konvensional HPP-nya Rp8.049 per keping. Oleh sebab itu Vera dan tim melakukan riset lanjutan agar pemberian enzim bisa tepat dosis dan makin ekonomis.

Harap mafhum, tingkat kekotoran sarang berbeda dan ketebalan bulu yang melekat pada masing-masing sarang pun berbeda, sehingga dosis yang diberikan pada tiap sarang pun pasti berbeda. Akhirnya, Vera dan tim memilih pendekatan menggunakan bantuan artificial intelegence (AI) untuk membantu menentukan dosis pas enzim pada sarang.

“Kami meminta bantuan dosen yang ahli pada bidang beragam disiplin ilmu antara lain pascapanen, pengolahan, hingga AI,” katanya. Beberapa dosen yang terlibat antara lain dosen pembimbing, Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc.Ph.D., Dr.Agr.Sc. Dimas Firmanda Al Riza, S.T., M.Sc., Tunjung Mahatmanto, S.T.P., M.Si, Ph.D., dan Arif Hidayat, S.T.P., M.AIT, Ph.D.

Akhirnya dipilihlah pendekatan menggunakan cara memfoto dan memindai sarang burung walet untuk menentukan susbstrat kotoran sehingga dosis enzim bisa tepat guna. Hasilnya aplikasi kecerdasan buatan berbasis kamera itu cukup efektif dengan tingkat akurasi hingga 95% menentukan susbstrat kotoran.

Kamera hanya cukup memindai sarang burung selama 4 detik. Kemudian barulah enzim bisa diaplikasikan sesuai dosis. Hasilnya memuaskan, setelah serangkaian kombinasi enzim dan AI, HPP pembersihan sarang burung walet turun hingga 56% dibandingkan dengan mencabut konvensional.

“Biayanya hanya Rp3.794 per keping sarang,” kata Vera. Vera menambahkan, sekadar aplikasi enzim tanpa kombinasi dengan IOT bisa lebih boros dosis hingga 104% dan boros dari segi biaya hingga 121%. 

Vera menambahkan, pengembangan riest teknologi masih amat diperlukan agar bisa lebih optimal dan bisa diplikasikan pada pabrik atau tempat pascapanen sarang burung walet. Apalagi sarang burung walet salah satu komdoditas penghasil devisa unggulan Indonesia.

Pascapanen tepat dan ekonomis turut berpengaruh terhadap mutu sarang burung walet sehingga harganya kian optimal.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img