
Kemenangan oranda kaliko berumur 1,5 tahun itu disambut sukacita Umardani. ‘Maskoki ini hasil ternakan lokal bukan impor,’ ujar pemilik Limas Farm di Tangerang, Provinsi Banten. Oranda kaliko yang lahir dari sesama induk oranda kaliko dengan dasar tubuh biru itu belum pernah tampil di kontes lokal maupun internasional, sehingga kemenangan itu merupakan prestasi besar.
Menurut Kris Widjojo, oranda kaliko menang lantaran memiliki postur ideal. ‘Perbandingan kepala, tubuh, dan ekor seimbang, sehingga layak menjadi juara,’ kata juri dari Indonesia itu. Hal senada disampaikan Patrick Tan Kee Beng, juri dari Malaysia. ‘Secara first impression ikannya bagus,’ ujar juri internasional itu.
Kejutan
Tak hanya maskoki yang menyuguhkan kejutan. Di kategori diskus, supremasi Singapura dan Malaysia runtuh setelah panitia mengumumkan Michael Capot sebagai peraih GC diskus melalui kemenangan snake skin. ‘Saya sangat senang bisa menang,’ kata penangkar diskus sejak 2004 di Metro Manila, Filipina, itu.
Di kategori cupang, meski tidak berhasil merebut gelar GC yang menjadi milik Chua Chin Mea dari Singapura, banyak wakil Indonesia menghuni tiga besar di 4 kategori champion lomba. Sebut saja Daniel Indrata yang menjadi kampiun di kategori I champion kelas 2. Pun Agung Setiawan yang memborong gelar juara dan peringkat ke-2 di kategori sama kelas 3. Bahkan di kategori kelas 4 champion, cupang milik Betta D2 Legend didaulat menjadi kampiun.
Indonesia yang rutin menurunkan wakil di kategori arwana, kali ini absen. Kecuali kampiun kelas small size yang direbut Hoang Manh dari Vietnam, seluruh juara lainnya, termasuk di kelas large size dikuasai tuan rumah, Singapura. ‘Tidak banyak peserta dari negara produsen arwana seperti Indonesia dan Malaysia yang ikut berlomba,’ kata John Dawes, juri dari Spanyol.
Menurut Dr Ling Kaing Huat, panitia dari Agri-food & Veterinary Authority of Singapore (AVA), jumlah peserta kontes Aquarama 2011 agak menurun dibandingkan penyelenggaraan pada 2005. ‘Kelas ikan kontes sama, tetapi di beberapa kategori seperti guppy, pesertanya tidak banyak,’ ujarnya. Boleh jadi ini lantaran event organizer (EO) yang ini mengurusi perhelatan Aquarama selama 12 tahun digantikan oleh EO baru yang sejauh ini tidak terlalu banyak melakukan publikasi.
Di luar lomba ikan, kategori akuarium laut dan aquascaping menyedot animo pengunjung dan peserta Aquarama. Apalagi kini sejak tren akuarium nano mulai menanjak, panitia menyediakan kelas khusus fresh nano tank. Di kategori akuarium mini dengan pemandangan alam itu muncul sebagai kampiun, Robertus Hartono dari Singapura. (Dian Adijaya S).
