Trubus.id—Koperasi mandiri Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Iska Bekai umumkan akan memulai pembangunan kebun sawit berbasis masyarakat adat pada area Hak Guna Usaha (HGU) seluas 5.627,33 hektare.
“Tahap pertama, kami akan membangun dulu 1.000 hektar,” kata Ketua Koperasi Iska Bekai, Abraham E. Yolmen.
Ia menjelaskan Koperasi Iska Bekai pembangunan kebun sawit masyarakat yang akan dimulai bulan ini di Kampung Salam Epe dan Nakias. Sebagai langkah awal, proses pembangunan kebun sawit dimulai dengan pembuatan jalan yang menghubungkan akses masyarakat dari area kebun ke kampung sekitar.
“Jalan yang dibangun mengikuti batas HGU koperasi sebelah selatan. Sebelumnya, Bupati Merauke telah memberikan dukungan tertulis pembangunan akses jalan ini secara bertahap dengan memperhatikan peraturan yang berlaku,” ujar Abraham.
Lebih lanjut Abraham menuturkan pembangunan akses jalan penghubung juga merupakan usulan dari kepala kampung Nakias, Salam Epe, dan Tega Epe,. Tujuannya untuk memperlancar akses dan mobilitas masyarakat. Selain itu, dapat menekan biaya transportasi. Selama ini mengandalkan transportasi sungai.
“Permintaan serupa juga disampaikan atas nama masyarakat Kampung Banam Epe dan Salam Epe, yang diketahui oleh Pemerintah Distrik Ngguti dengan tembusan Bupati Merauke dan dinas terkait. Misalnya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Merauke, Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, dan Dinas PUPR Kabupaten Merauke,” ujar Abraham.
Abraham menuturkan untuk menindaklanjuti usulan itu, pengurus koperasi telah mengeluarkan surat tugas untuk PT Ike Sejahtera Abadi (ISA) selaku kontraktor. “PT ISA untuk membangun pembuatan jalan penghubung dengan mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku,” ujar Abraham.
Ia menjelaskan sebagai lembaga usaha mandiri yang didirikan pada 13 Februari 2016 itu, Koperasi Iska Bekai telah mengelola manajemen keuangan dan manajemen sumber daya manusia secara mandiri.
Abraham berharap pembangunan kebun sawit itu meningkatkan kemampuan usaha koperasi dan kesejahteraan anggota serta masyarakat sekitar area kebun sawit. Terutama masyarakat di empat kampung di Distrik Ngguti, yaitu Salam Epe, Nakias, Taga Epe, dan Ihalik.
Manajer PT Tritama Lestari, Edward Ginting atau perusahaan pendamping Koperasi Iska Bekai dalam pembangunan kebun sawit menuturkan kebun sawit itu akan dikerjakan berdasarkan prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan (sustainability) dan tata kelola yang baik (good governance).
Ia menuturkan di antaranya komitmen untuk melestarikan hutan bernilai konservasi tinggi (NKT) melalui perlindungan pada area keramat, daerah rawa-rawa atau lahan basah, sepadan sungai, sumber mata air, dan sumber kehidupan penting lainnya bagi masyarakat sekitar.
“Termasuk dengan pembangunan akses jalan ini, sesuai dengan usulan kepala kampung setempat, tokoh masyarakat dan dukungan Bapak Bupati Merauke,” tambah Edward Ginting.
“Kami turut mendukung capaian ini. Karena ini merupakan sebuah perkembangan yang baik. Harapan kami dari pemerintah agar Koperasi Iska Bekai bisa menerapkan praktek perkebunan yang baik, dan semoga usaha koperasi ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Meriana S.Sp., pemangku dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke berdasarkan siaran pers yang diterima.
Kepala Bidang Perencanaan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Selatan, Yuri Reba menuturkan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kebun sawit oleh Koperasi Iska Bekai itu sudah sesuai dengan peruntukkannya.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Merauke mengatakan, Miftakhul Azizah, “Kami harapkan Koperasi Iska Bekai dapat mewujudkan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat dari 17 marga di Distrik Ngguti yang menjadi anggota koperasi,” ujarnya.
