Kulit Buah Naga Merah Redam Aeromonas pada Nila

Rekomendasi
- Advertisement -

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila menjadi momok bagi pembudidaya ikan nila. Penyakit itu dapat menyebabkan kematian massal hingga merugikan usaha budidaya. Gejala serangan biasanya ditandai ikan yang menyendiri di sudut kolam, kurang aktif berenang, sirip rusak, muncul bercak merah, hingga mata tampak menonjol.

Foto: AI

Pembudidaya nila di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pandu Sujatmoko, cukup mengenal penyakit tersebut. Beruntung kolam miliknya menggunakan air dari sumber alami yang terus mengalir sehingga tingkat kematian ikan relatif rendah, sekitar 5—10%.

Menurut ahli penyakit ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Heny Suprastiyani, bakteri A. hydrophila sebenarnya selalu ada di lingkungan perairan. Namun, bakteri menjadi ganas ketika kualitas air menurun akibat sisa pakan dan kotoran ikan yang meningkatkan kadar amonia.

“Lingkungan yang buruk membuat daya tahan ikan menurun sehingga bakteri lebih mudah menyerang,” ujar Heny.

Untuk mengatasi masalah itu, Heny meneliti pemanfaatan limbah kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis). Dalam penelitian tersebut, kulit buah naga diekstrak menggunakan etanol 96% dan diuji pada beberapa dosis, yakni 6 ppm, 26 ppm, 46 ppm, dan 66 ppm.

Penelitian dilakukan terhadap ikan nila yang telah terpapar bakteri A. hydrophila. Hasilnya menunjukkan dosis 66 ppm memberikan hasil terbaik. Tingkat sintasan ikan mencapai 90%, jauh lebih tinggi dibandingkan dosis 6 ppm yang hanya menghasilkan sintasan sekitar 60%.

Menurut Heny, efektivitas kulit buah naga berasal dari kandungan flavonoid dan alkaloid yang bersifat antibakteri. Kedua senyawa itu membantu menghambat perkembangan bakteri penyebab penyakit.

Pembudidaya juga dapat memanfaatkan kulit buah naga secara sederhana. Caranya dengan memblender kulit buah naga merah hingga halus lalu mencampurkannya ke media pemeliharaan ikan yang terserang penyakit. Perendaman selama 24 jam membantu menekan serangan bakteri sehingga kondisi ikan berangsur pulih.

Pemanfaatan limbah kulit buah naga itu membuka peluang pengendalian penyakit ikan yang lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan kimia sintetis

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun, Kirim 59,6 Juta Komoditas

Trubus.id — Tanaman hias dan komoditas florikultura Indonesia semakin mendapat tempat di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat...

More Articles Like This