Trubus.id — Panas dalam merupakan salah satu gejala munculnya beragam penyakit. Salah satu cara untuk mencegah panas dalam yakni dengan menghindari makanan tertentu.
Gejala yang dialami oleh penderita panas dalam di antaranya rasa nyeri seperti terbakar, tubuh tidak fit, bersin-bersin tenggorokan kering, sakit tenggorokan hingga rasa gatal ingin batuk. Gejala lain panas dalam berupa gangguan pencernaan dan sembelit.
Bila tidak segera diatasi, gejala itu dapat menyebabkan terganggunya fungsi metabolisme tubuh dan munculnya berbagai penyakit.
Makanan pedas dan berminyak paling banyak andil terhadap panas dalam karena akan menyerap air dalam tubuh yang berakibat terjadinya dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan dalam darah berkurang sehingga darah menjadi lebih kental.
Akibatnya, menambah beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Gangguan itu akan berpengaruh pada pasokan oksigen ke sel sehingga badan akan terasa lemas dan gampang terserang penyakit.
Penyebab panas dalam adalah gangguan metabolisme. Organ terbesar metabolisme adalah lever yang memiliki lebih dari 500 fungsi. Meski hanya 5 fungsi yang terganggu, hal itu cukup mengacaukan sistem metabolisme dalam tubuh.
Bila sistem sekresi yang terganggu menyebabkan berurine dan berkeringat secara berlebihan. Gangguan itu menyebabkan elektrolit dalam tubuh berkurang.
Cara paling mudah dalam pencegahan panas dalam yakni kurangi mengonsumsi makanan pedas dan berminyak. Jika sudah terlanjur, kiat mengatasinya adalah dengan minum air putih untuk mengembalikan cairan tubuh. Namun, bila sampai terjadi dehidrasi, cara mengatasinya dengan konsumsi minuman elektrolit.
Minuman elektrolit dapat dibuat dengan melarutkan sesendok gula pasir dan seperempat sendok garam dapur dalam segelas air. Larutan gula garam berfungsi untuk mengembalikan dan memperbaiki sistem elektrolit dalam tubuh.
