Thursday, December 8, 2022

Laba dari Kakao Tua

Rekomendasi

Walau belum terlalu tua, pada umur 20 tahun pohon kakao milik Ismail Abdullah hasilnya tak lagi menggembirakan. Produksi anjolk tinggal separuhnya. Untung pekebun di Bubpon, Luwu, 300 km dari Makassar, itu segera mengoperasi pohon-pohon tua. Kini produksinya kembali menjadi 1,5 ton/ha.

Operasi dilakukan dengan menyisipkan batang atas klon unggul untuk meningkatkan produksi. Produksi tanaman yang disambung samping pada umur 3 tahun mencapai 54 buah per pohon per tahun alias meningkat 2 kali lipat. Tiga tahun pascasambung, Ismail menuai 1,5 ton kering. Menurut pria 40 tahun itu biaya sambung samping mencapai Rp5-juta/ha. Hanya dengan sekali panen, ia mampu menutup biaya produksi penyambungan itu.

Teknik sambung samping menjadi penyelamat bagi para pekebun. Sebab, 92,34% perkebunan kakao milik rakyat dan melibatkan 1.400.636 kepala keluarga. Hanya 3% perkebunan milik negara dan 5% perkebunan swasta. Banyak pekebun yang mengelola lahan 0,5—1 ha. Itu menandakan bahwa kakao bukan identik dengan lahan luas. Dengan teknik sambung samping, mereka kembali bergairah mengebunkan kakao.

 

Previous articleJakarta Agro Expo 2011
Next articlePadi Gogo Wangi
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img