Saturday, December 3, 2022

Laba Puluhan Juta dari Sayuran Mini

Rekomendasi

Trubus.id — Tren sayuran microgreen meningkat. Umur panen singkat sehingga perputaran uang juga cepat. Selain perputaran uang cepat, budidaya sistem microgreen terbilang hemat tempat, dan mudah dalam perawatan. Itulah beberapa alasan orang terjun ke bisnis sayuran mini microgreen. Bahkan, dari bisnis microgreen bisa mendapatkan laba hingga puluhan juta rupiah.

Ilham Rhamanda, pebisnis microgreen di Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, membudidayakan microgreen di lahan 36 m². Pemilik Mini Plant itu menumbuhkan benih beragam tanaman di antaranya lobak, lobak merah, wijen, dan bayam merah.

Menurutnya, lama budidaya beragam antara 10–14 hari. Baginya, perawatan tanaman sangat sederhana. Tanpa pupuk dan media tanam, sayuran microgreen tumbuh dengan baik. Tanaman hanya cukup membutuhkan air untuk memecah dormansi biji.

Ia memanen tanaman jika telah mengeluarkan daun sejati. Tinggi tanaman antara 5–15 cm. Sebagian besar sayuran hanya sekali panen. Namun, beberapa jenis seperti wheatgrass dan pea shoot dapat dilakukan tiga kali pemanenan.

Pemilik Mini Plant.ID ini memanen sayuran dan mengemasnya dalam wadah berbobot 3–30 gram. Ilham menjual 100–200 paket setiap hari. Harga per paket bervariasi, antara Rp25.000–Rp175.000. Konsumennya berasal dari sekolah, kampus, instansi pemerintah, dan perusahaan di Kota Bandung, Jabodetabek, dan sekitarnya.

Ilham mengaku omzet per bulan mencapai Rp30 juta–Rp70 juta. Selain Ilham, pebisnis microgreen lain adalah Albert. Albert menyebut dirinya bisa mengantongi laba Rp20 juta per bulan.

Menurut Albert, prospek microgreen sangat cerah. Hal itu karena kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat kian makin meningkat.

Pebisnis microgreen di Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, itu menanam sayuran mini di lahan kecil, hanya 10 m × 5 m. Ia menggunakan sistem budidaya indoor farming dengan bantuan lampu Light Emitting Diode (LED). Di sana ia membangun ruangan untuk budidaya sayur mini miliknya.

Menurut Albert, sistem pertanian dalam ruangan memudahkan dalam mengontrol hama. Ia mengembangkan 11 jenis tanaman seperti bayam merah, bayam hijau, lobak merah, bunga matahari, caisim, dan basil.

Albert memasarkan produk microgreen di beberapa pasar swalayan di Jakarta dan sekitarnya. Ia berniat untuk mengembangkan bisnis microgreen sebab masih banyak permintaan yang belum bisa dipenuhinya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img