Saturday, December 3, 2022

Menjelajahi Ragam Manfaat Cemara Sumatra

Rekomendasi

Trubus.id — Salah satu tumbuhan yang memiliki beragam manfaat adalah cemara sumatra Taxus sumatrana. Daun cemara sumatra bermanfaat mengatasi berbagai penyakit.

Eko Sutrisno, dari Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kuok, mengatakan, cemara sumatra merupakan tumbuhan yang mengandung taxane diterpenoid atau paclitaxel (taxol) yang bersifat antikanker.

Satu kilogram taxol membutuhkan 7.270–10.000 kilogram daun cemara sumatra. Pengobatan kanker seorang pasien membutuhkan 2–2,5 gram taxol. Kebutuhan itu setara dengan 6–8 tanaman cemara sumatra dengan rendemen taxol sekitar 0,006%.

Harga 10 mg paclitaxel (taxol) US$70 setara Rp1 juta sehingga untuk pengobatan kanker dibutuhkan biaya Rp249,9 juta (US$17.500). Beberapa senyawa dalam cemara sumatra yakni taxumairol Q, 13-O-acetyl wallifoliol, 13-O asetil wallifoliol, tasumatrols E, F,dan G, serta 10-deacetylbaccatin III dan baccatin III. Pada daun cemara sumatra terdapat senyawa taxinine E yang berfungsi sebagai antifungi.

Selain itu, daun cemara sumatra bermanfaat sebagai antitumor, antiinflamasi, dan antibakteri. Seduhan daun cemara sumatra memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat karena mengandung senyawa fenol.

Seduhan daun juga berpotensi sebagai terapi suportif pengobatan antikanker. Kandungan antioksidan teh herbal daun taxus dapat mengurangi radikal bebas sebesar 50% pada konsentrasi 62,50 ppm. Senyawa diterpenoid pada taxus memiliki manfaat antitumor. Seluruh bagian pohon cemara sumatra, baik daun, kulit, akar, maupun biji mengandung diterpenoid.

Bioherbal

Saat ini, menurutnya, tim peneliti sedang mengoptimalkan pemanfaatan cemara sumatra sebagai bioherbal menggunakan teknologi nano. Tujuannya, peningkatan efektivitas senyawa metabolit sekunder dalam pengobatan.

Langkah awal yang dilakukan adalah fabrikasi material nano berbahan dasar cemara sumatra. Berdasarkan kegiatan penelitian yang tengah berjalan, fabrikasi dilakukan secara top down menggunakan mesin ball mill.

Tahapannya antara lain memilih bagian cemara sumatra sebagai bahan baku, membersihkan, dan mengeringanginkan. Setelah itu, dicacah sekecil mungkin agar proses fabrikasi lebih efektif. Selanjutnya, masukkan hasil cacahan ke mesin penyerbuk dan dioperasikan pada periode waktu tertentu.

Serbuk yang dihasilkan kemudian disortir menggunakan saringan mesh. Serbuk nano cemara sumatra pun siap dikemas dan diaplikasikan. Berdasarkan karakterisasi yang dilakukan bersama tim, cemara sumatra yang melalui tahap fabrikasi berukuran 300 nm.

Untuk menyakinkan ada tidaknya perubahan selama proses fabrikasi pengenalan kandungan unsur senyawa, dilakukan melalui pemindaian oleh fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Proses itu tidak signifikan mengubah kandungan metabolit sekunder dalam taxus dengan skala nanometer.

Menurutnya, saat ini tengah dilakukan pengujian yang diarahkan ke obat herbal terstandar. Hal itu guna menjamin khasiat metabolit sekunder cemara sumatra sebagai bioherbal.

Sentuhan aplikasi teknologi nano pada bioherbal berbasis T. sumatrana merekayasa sifat material guna memaksimalkan khasiatnya. Penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan bioherbal berbasis taxus dilakukan pada ukuran, bentuk, dan luas permukaan partikel. Sementara itu, modifikasi pada aspek muatan permukaan dan derajat aglomerasi.

Material berskala nano menghasilkan luas permukaan yang lebih besar dan berpotensi untuk meningkatkan kelarutan, penyerapan, serta ketersediaan biologis (bioavailabilitas) senyawa aktif dan pelepasan terkontrol.

Ukuran partikel yang kecil menghasilkan sifat fisika-kimia baru yang mana luas permukaan bidang, reaktivitas, dan warna sangat berbeda dibanding material pada ukuran konvensional.

Pada lingkup farmasi, produk yang mengaplikasikan partikel nano dapat meningkatkan efektivitas obat melalui skema drug targeted and delivery system. Adanya teknologi nano menyebabkan kelarutan (pada obat-obatan lipofil), bioavailabilitas, dan kestabilan meningkat, serta memperkecil dosis yang digunakan.

Nantinya, cemara sumatra berukuran nanometer diaplikasikan dalam skema nano komposit yang digunakan pada terapi mematikan akar pertumbuhan sel kanker. Lebih lanjut, serbuk nano cemara sumatra berasosiasi dalam pembentukan gel, perekatan, serta pembatasan pelepasan dan sifat emulsifernya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img