Monday, January 26, 2026

Laba Tebal Tanam Tin

Rekomendasi
- Advertisement -
Khulub Satria Hadi, biaya investasi untuk rumah tanam berkerangka bambu ukuran 50m2 Rp8-juta.
Khulub Satria Hadi, biaya investasi untuk rumah tanam berkerangka bambu ukuran 50m2 Rp8-juta.

Budidaya tin sebaiknya di dalam rumah tanam. Meski membutuhkan biaya tinggi pada awal tanam, tapi tahun berikutnya mengalir laba.

Sebagian besar pekebun tin di Malaysia membudidayakan tin di dalam rumah tanam. Contohnya Marzuki Safiee, pekebun tin di Selangor, Malaysia. Ia membangun greenhouse berkerangka besi berukuran 24 m x 30 m x 3,3 m. Rumah tanam itu memiliki 4 atap berbentuk tunnel. Dato Syed Elias, pekebun tin di Kualalumpur, Malaysia, juga membudidayakan Ficus carica di dalam 4 rumah tanam berkerangka besi dengan luas masing-masing 40 m2.

Di tanahair baru beberapa pekebun yang membudidayakan tanaman anggota famili Moraceae itu di dalam rumah tanam. Salah satunya Khulub Satria Hadi. Pekebun di Sleman, Yogyakarta, itu membuat rumah tanam berkerangka bambu. Menurut Marzuki Safiee, untuk membudidayakan tin sebaiknya di dalam rumah tanam. Tujuannya untuk mengurangi serangan hama dan penyakit.

Berkebun tin sebaiknya di dalam rumah tanam. Oleh sebab itu perlu biaya investasi tinggi pada awal budidaya.
Berkebun tin sebaiknya di dalam rumah tanam. Oleh sebab itu perlu biaya investasi tinggi pada awal budidaya.

Salah satu penyakit yang kerap mengintai para pekebun adalah serangan cendawan yang menyebabkan karat daun, terutama saat musim hujan. “Dengan membangun rumah plastik dan memberi jaring di sekelilingnya, serangan hama juga jauh berkurang,” ujar Kastawi, pekebun tin di Kendal, Jawa Tengah, yang membudidayakan tin di dalam rumah tanam berukuran 30 m2.

Untuk membuat rumah tanam tentu saja memerlukan biaya investasi tinggi. Untuk membangun rumah plastik, Marzuki Safiee mengeluarkan biaya RM100.000 atau sekitar Rp320-juta. Dato Syed Elias merogoh biaya sekitar RM30.000 setara Rp96-juta. Di tanahair biaya pembuatan rumah tanam relatif terjangkau karena beberapa pekebun menggunakan bambu sebagai kerangka. Untuk membuat rumah tanam seluas 50 m2, Khulub mengeluarkan biaya Rp8-juta. Pada awal budidaya memang membutuhkan biaya tinggi. Itulah sebabnya pekebun akan merugi di tahun pertama. Namun, pada tahun kedua para pekebun mulai mendulang laba. (Imam Wiguna/Peliput: Syah Angkasa)

Hitung Untung Tin

  • Luas lahan budidaya 300 m2.
  • Lahan yang digunakan adalah lahan sewa.
  • Populuasi 300 tanaman.
  • Masa berbuah perdana tahun ke-1 setelah tanam.
  • Hasil panen perdana pada tahun ke-1 sebanyak 1 kg per tanaman, tahun ke-2 (2 kg), tahun ke-3 (6 kg), tahun ke-4 (10 kg), dan tahun ke-5 (16 kg).
  • Perhitungan analisis usaha dibuat sampai tahun ke-5 setelah tanam.
  • Umur produktif tanaman sampai dengan 10 tahun.
  • Harga jual buah di tingkat pekebun pada tahun ke-1 dan ke-2 Rp200.000 per kg, pada tahun selanjutnya harga semakin turun karena banyak yang menanam sehingga pasokan buah semakin banyak.
  • Sebanyak 10% dari populasi gagal panen.

Binder1.pdf

 

Binder1.pdf

 

Binder1.pdf

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img