Tuesday, January 27, 2026

Lebat Buah Anggur Pendatang

Rekomendasi
- Advertisement -
Anggur varietas carolina black rose (CBR) yang tumbuh di halaman rumah Widayat di Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Anggur introduksi yang terbukti beradaptasi dan berbuah di Indonesia.

Rumah Widayat, A.M.A.K., di Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten, begitu asri. Di halaman depan rumah tumbuh tanaman anggur yang merambati pergola berukuran 1,2 m x 6 m. Widayat memasang pergola di atas garasi sebagai pembatas antara lantai satu dan dua rumahnya. Di halaman rumah itu tumbuh beberapa varietas anggur, seperti isabella dan carolina black rose (CBR).

Anggur varietas carolina black rose (CBR) yang tumbuh di halaman rumah Widayat di Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Ia menanam isabella dan CBR pada 2014. Menurut pehobi anggur di Yogyakarta, Fredy Siswanto, isabella dan CBR sebetulnya varietas anggur yang dirilis Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Balitjestro melepas varietas isabella dengan nama jestro Ag5 dan CBR jestro Ag45. Isabella merupakan varietas anggur berdaya adaptasi tinggi.

Batang bawah

Varietas isabella mampu bertahan di daerah bersuhu dingin dan panas, serta di negara beriklim tropis seperti di Indonesia. Isabella banyak dikembangkan di berbagai negara di Benua Amerika dan Eropa. Rasa buah isabella berpotensi sebagai bahan baku olahan seperti jus.

Menurut Fredy varietas CBR juga tak kalah adaptif di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Namun, daya tahan CBR terhadap kelembapan tinggi masih kalah ketimbang isabella. Sayangnya, CBR tergolong varietas yang sulit berbuah. Namun, di kediaman Widayat CBR mampu berbuah lebat.

Anggur varietas wink asal Jepang berbuah di Tangerang, Provinsi Banten.

Ia pun memotong tiga dompolan buah. Saat dicicip rasa buah manis kombinasi masam yang menyegarkan. Widayat lebih banyak menggunakan isabella sebagai batang bawah lantaran daya adaptasi dan ketahanannya terhadap penyakit akar seperti nematoda. Widayat menyambung isabella dengan varietas lain yang berkarakter lebih unggul, seperti wink, ninel, dan nizina.

Anggur wink sedang berbuah cukup lebat. Widayat menanam wink hasil grafting atau sambung dengan isabella sebagai batang bawah. Lokasi penanaman di dak lantai ketiga rumahnya. Buah mulai berwarna ungu, tapi rasa masih sedikit masam. Menurut Widayat wink tergolong adaptif dan mampu berbuah pada umur setahun pascaokulasi meski berasal dari Jepang.

Padahal, varietas anggur asal Jepang biasanya lebih sulit dibuahkan bila dibandingkan dengan varietas anggur asal Ukraina yang lebih banyak dikoleksi para pehobi. Menurut Ping Zhang dari College of Horticulture, Nanjing Agricultural University, di Nanjing, Tiongkok, anggur wink salah satu varietas yang dibudidayakan secara luas di Tiongkok. Menurut Zhang salah satu keunggulan wink adalah pertumbuhannya yang cepat dan mudah rimbun.

Mudah berbuah

Di kediaman Widayat wink mampu berbuah meski tanpa menggunakan ZPT penghambat pertumbuhan dan pemicu tanaman berbuah. Untuk membuahkan wink, Widayat cukup memangkas cabang pada 3—5 ruas dari pangkal cabang. “Panjang cabang yang dipangkas tergantung munculnya potensi bakal bunga,” ujar Widayat. Itu terlihat dari bentuk bakal tunas yang muncul di setiap ruas.

Widayat sukses membuahkan beberapa varietas anggur introduksi.

“Berdasarkan pengalaman saya bakal tunas yang berbentuk kerucut dan terlihat gemuk biasanya berpotensi memunculkan bakal buah,” kata analis kesehatan di Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu. Perangsangan lain berupa penerapan stres air—tanpa penyiraman dalam jangka waktu tertentu yang menyebabkan tanaman stres, penyiraman melimpah pascastres air, dan pemupukan yang cukup saat fase generatif.

Di kediaman Widayat anggur varietas ninel asal Ukraina juga berbuah. Namun, warna buah masih semburat merah muda. Beberapa dompol lain bahkan masih berwarna hijau. Menurut Widayat, di kediaman yang lain di Bantul, Yogyakarta, ninel mampu berbuah lebat. Pada 2016 Widayat memanen hingga 150 dompol ninel yang dirambatkan pada pergola berukuran 6 m x 10 m. “Itu adalah ninel pertama yang berbuah di Indonesia,” tuturnya.

Varietas anggur lain yang sudah berbuah di Indonesia adalah furshetn yang tumbuh di kediaman Nurhadi di Tegal, Jawa Tengah. Ciri khas varietas anggur asal Ukraina itu adalah bentuk buahnya yang cenderung lonjong dengan sedikit lekukan di bagian dasar buah. Furshetn tidak kalah adaptif dibandingkan dengan varietas lain yang berbuah di Indonesia. Dengan penjarangan buah ukuran buah menjadi lebih besar hingga menyerupai karakter buah di negara asalnya, Ukraina.

Menurut pehobi anggur di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Firmansyah Alam, kabar berbuahnya aneka jenis varietas anggur di tanahair menjadi bukti bahwa anggur berpotensi dikembangkan di Indonesia. Namun, hingga kini anggur baru berkembang di kalangan para pehobi. “Belum ada yang berani investasi untuk mengebunkan dalam skala besar,” tutur pria yang aktif mengelola komunitas Anggur Indonesia di dunia maya itu.

Anggur varietas furshetn asal Ukraina berbuah di kediaman Nurhadi di Tegal, Jawa Tengah.

Menurut Firmansyah kini para pehobi masih pada tahap memilih varietas yang benar-benar mampu adaptif, berproduksi tinggi, dan rasanya diminati konsumen sehingga mampu bersaing dengan anggur impor. “Jika sudah menemukan varietas yang benar-benar cocok, barulah pengembangan dalam skala besar,” kata Firmansyah. (Imam Wiguna/Peliput: Muhammad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img