Thursday, December 8, 2022

Lebat Dalam Pot

Rekomendasi
Pamelo dalam pot milik Tatang Halim
Pamelo dalam pot milik Tatang Halim

Pamelo koleksi Tatang Halim berbuah lebat meski tumbuh dalam pot.

Pamelo yang tumbuh di dalam pot  itu mengundang decak kagum. Pada tanaman setinggi 2 m terdapat delapan buah seukuran bola sepak takraw bergelantungan di cabang-cabang. Saking banyaknya buah, Tatang Halim, pemilik pamelo pot, mesti menancapkan dua bambu untuk menyangga buah. Pada pengujung 2012, Tatang memanen buah pamelo dari tanaman berumur 4 tahun itu. Bobot rata-rata mencapai 1,7 kg per buah.

Begitu dibelah, terlihat daging buah merah dari balik kulit buah yang tebalnya hingga mencapai 2 cm.  Saat Trubus mencicip, rasa daging buah pamelo asal Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, itu manis dan nyaris tanpa getir, persis seperti karakter buah di daerah asalnya.  Daging buah juga terasa lembut dan juicy. Tatang tak menyangka pamelo yang ditanam dalam drum berkapasitas 100 liter itu bakal sarat buah. “Soalnya saat tahun pertama kondisinya merana lantaran kurang perawatan,” katanya.

Maklum, kesibukan sebagai pemasok buah membuat Tatang “menganaktirikan” pamelo dari bibit setinggi 50 cm itu. Ia tak pernah memupuk sehingga pamelo asal Kudus itu kekurangan hara. Baru pada 2010 Tatang kembali melirik pamelo. “Kala itu saya memiliki banyak waktu longgar,” katanya. Untuk memulihkan kondisi tanaman, pehobi di Jakarta Utara itu memberikan 5 kg pupuk kandang berupa kotoran kambing yang matang setiap enam bulan. Ia juga rutin menyiram tanaman dua kali sehari setiap pagi dan sore.

Intensif

Dengan perawatan itu kondisi tabulampot pamelo berangsur membaik. Lembaran daun yang semula menguning kembali menjadi hijau segar. Batang tanaman keluarga Rutaceae itu pun kembali kokoh. Pada 2011, pamelo sempat berbunga dan menjadi buah. Sayang, saat masih pentil hampir seluruh buah rontok dan hanya tersisa satu buah. “Tapi saya senang ternyata di Jakarta pamelo mampu berbuah meski ditanam dalam pot,” ujarnya.

Tatang lalu merawat lebih intensif karena tak ingin kejadian itu berulang. Selain pupuk kandang, ia juga memberikan nutrisi tambahan berupa pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Pada fase vegetatif, ia memberikan pupuk yang mengandung unsur nitrogen dua kali lebih banyak dibanding fosfor dan kalium. Perbandingannya 2 : 1 : 1. Ia lalu menaburkan pupuk itu di sekeliling tanaman setiap bulan. Pada Juli 2012, Citrus maxima itu kembali berbunga dan menjadi buah.

Saat itulah Tatang menaburkan pupuk yang mengandung unsur fosfor lebih tinggi di sekeliling tanaman setiap bulan. Menurut Kepala Bagian Produksi Taman Wisata Mekarsari (TWM) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ir AF Margianasari, tabulampot pamelo sebetulnya tergolong mudah berbuah. “Pamelo rajin berbuah dan tak kenal musim asalkan kebutuhan sinar matahari cukup. Ia juga bandel dan tak gampang loyo kalau terserang penyakit,” kata Margianasari.

Anggota staf Bagian Produksi Taman Buah Mekarsari, Junaedi, menuturkan budidaya pamelo dalam pot yang terpenting adalah induksi pembungaan. “Perangsangan bunga bisa dengan cara memberi zat kimia pengatur tumbuh,” kata Juanedi. Namun, perlakuan itu dapat membuat tanaman stres dengan indikasi daun menguning. Untuk menghindari itu, sebaiknya gunakan cara mekanis, misalnya, melalui pemupukan, pengeringan, dan pemangkasan.

Untuk merangsang bunga, pangkas pucuk sepanjang 3—4 ruas. “Tujuan pemangkasan agar tanaman tidak terlalu rimbun sehingga tanaman menerima sinar matahari secara merata,” kata Junaedi. Setelah pemangkasan lakukan pemupukan. Sepekan kemudian keringkan media tanam selama 2—3 hari. Caranya tutup bibir drum dengan plastik agar media terhindar dari air saat penyiraman.

Seleksi buah

Sebulan berselang pamelo pun berbunga. “Hindari perangsangan buah dengan pelukaan batang. Anggota keluarga jeruk rentan terkena serangan cendawan penyebab busuk batang,” kata Junaedi. Pamelo biasanya berbunga pada kemarau, yakni pada April. Selama masa generatif berikan pupuk fosfor lebih tinggi untuk menguatkan bunga dan buah. Berikan 10 gram Urea, 20 gram SP36, dan 15 gram KCl pada April dan Juli.

Saat tanaman selesai berbuah, berikan 20 gram Urea, 15 gram SP36, dan 10 gram KCl pada Oktober dan Januari. Dengan perlakuan itu diharapkan tabulampot (tanaman buah dalam pot) pamelo memiliki kondisi prima dan sarat buah. Soal rasa, pamelo dari hasil tabulampot tak kalah dari pamelo hasil budidaya di lahan. “Pengalaman kami menanam pamelo di pot tingkat kemanisan yang diperoleh mencapai 130 briks,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi pamelo mulai belajar berbuah pada umur setahun dari tanaman asal bibit setinggi 70 cm yang ditanam dalam pot berdiameter 40 cm. Namun, Junaedi menyarankan sebaiknya pada umur itu pamelo jangan dibuahkan dahulu sebab tanaman belum dewasa. “Tanaman masih kecil, rantingnya belum kuat menopang buah dan memasok makanan untuk perkembangan buah,” katanya.

Ketika buah seukuran kelereng, Tatang menyeleksi buah. Pria paruh baya itu hanya mempertahankan satu atau dua buah dari setiap dompolan. “Buah pamelo butuh ruang cukup untuk tumbuh besar,” katanya. Ruang tumbuh yang sempit dapat mengakibatkan bentuk buah kurang sempurna. Buah yang terlalu rapat dapat merusak penampilan kulit buah seperti lecet karena gesekan antarbuah.

Menurut AF Margianasari buah yang terlalu banyak juga membuat ukuran dan rasa buah menjadi tidak optimal karena terjadi kompetisi makanan. Lakukan seleksi saat buah seukuran jempol tangan orang dewasa. “Pertahankan pentil yang memiliki bentuk bulat sempurna, tidak cacat, dan mulus,” katanya. Pamelo siap panen 6—7 bulan pascaberbunga. Pada tabulampot biasanya bobot buah 0,5 kg lebih ringan ketimbang buah dari tanaman yang ditanam di lahan.

“Buah lebih kecil karena karena pasokan hara terbatas,” katanya. Di TWM beberapa koleksi tabulampot pamelo dapat menghasilkan buah masak rata-rata berbobot 1—1,6 kg, sedangkan pamelo di lahan mencapai 2—2,5 kg. Margianasari menuturkan meski pamelo tergolong bandel, tapi tetap harus waspada terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang kerap menyerang biasanya kutu putih Nipaecoccus nipae. Hama itu merusak tanaman dengan jalan mengisap cairan pada daun.

Bila ada serangan kutu putih di batang pamelo, Tatang mengatasinya dengan menyemprotkan larutan insektisida pada koloni. Dosisnya sesuai anjuran dalam kemasan. Ancaman lain adalah penyakit akibat serangan cendawan penyebab karat pada daun dan batang. Jika daun yang terserang, semprotkan fungisida dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan setiap pekan. Sementara pada batang gosok perlahan menggunakan gunting atau pisau, lantas oleskan fungisida. Dengan berbagai perawatan itu, tabulampot si jeruk jumbo pun berbuah lebat seperti di kediaman Tatang. (Andari Titisari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img