Tuesday, April 28, 2026

Lele Baru Resistan Infeksi Penyakit Aeromonas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Alimuddin, bersama tim peneliti dari IPB mengembangkan lele resistan terhadap infeksi penyakit aeromonas bernama IPB-C1KUAT.

Varietas baru itu hasil kerjasama Unit Akuakultur IPB dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Keunggulan lele baru itu memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap infeksi Aeromonas hydrophila yang menjadi patogen utama lele.

“Dengan memanfaatkan inovasi itu kelangsungan hidup atau sintasan dapat dipertahankan hingga 74%. Itu lebih tinggi daripada ikan lele yang tidak diseleksi dengan cara yang dikembangkan,” ujar Alimuddin.

Lebih lanjut ia menuturkan lele varietas IPB-C1KUAT yang resistan terhadap infeksi penyakit aeromonas diperoleh dengan seleksi secara molekuler lantaran lebih cepat dan efektif. Sementara seleksi secara konvensional membutuhkan waktu cukup lama dan membutuhkan banyak ikan.

Seleksi molekuler merupakan metode yang digunakan untuk memilih ikan dengan memanfaatkan informasi genetik ikan. Seleksi molekuler pada ikan memanfaatkan single nucleotide polymorphism (SNP).

SNP merupakan perbedaan nukleotida tunggal dalam DNA yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan genetik antarindividu terkait sifat tertentu.

Penggunaan metode seleksi berdasarkan SNP sering dilakukan untuk menyeleksi ikan dengan sifat-sifat tertentu seperti tahan terhadap penyakit atau memiliki pertumbuhan cepat.

Seleksi ikan lele menggunakan metode marka SNP yang tahan terhadap infeksi A. hydrophila telah dilakukan pada penelitian sebelumnya.

Penelitian itu menunjukkan bahwa gen lisozim tipe-C dapat membedakan ikan lele yang resistan dan rentan terhadap infeksi A. hydrophila. Perbedaan lele yang resistan dengan yang rentan terletak pada genotipe SNP varian 2.

Genotipe Timin Timin (TT) merupakan lele yang resistan terhadap infeksi A. hydrophila. Sementara genotipe Citosin Citosin (CC) merupakan lele yang rentan infeksi A. hydrophila. Adapun genotipe Citosin Timin (CT) merupakan genotipe yang berada di antara rentan dan resistan.

Fokus utama penelitian Alimuddin pada seleksi genetik generasi kedua (G2) lele untuk resistansi terhadap A. hydrophila. Ia menggunakan gen lisozim tipe-C pada SNP-2 genotipe TT.

Studi itu bertujuan menilai pewarisan marka genetik SNP2-Lys-C dari induk sangkuriang generasi pertama (G1) dan mengevaluasi ketahanan benih G2 terhadap infeksi. Dalam eksperimen, induk G1 genotipe TT dipijahkan dan benih G2 yang dihasilkan diuji dengan bakteri A. hydrophila.

Uji daya tahan terhadap A. hydrophila dilakukan dengan menyuntikkan secara intramuskular bakteri A. hydrophila berdosis LD50 0,1 × 107 CFU per ml per ekor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua benih G2 memiliki genotipe TT dan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT. Ekspresi gen Lys-C pada benih G2 tinggi pada awal infeksi lalu menurun setelah hari ketujuh.

Ekspresi gen MHC1a dan IL-1b juga terkait dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Kelangsungan hidup benih G2 berkorelasi dengan jumlah sel darah putih dan aktivitas lisozim. Selain itu berhubungan dengan peningkatan aktivitas fagositik yang mencapai puncak pada hari ketujuh.

Hasil persilangan lele bergenotipe TT (G1) hasil seleksi berbasis marka SNP2-Lys-C mewariskan gen resistan terhadap infeksi A. hydrophila (TT) pada generasi kedua (G2) dengan tingkat kelangsungan hidup 72—92%.

Kesimpulan studi itu menunjukkan bahwa benih lele G2 dengan genotipe TT memiliki resistansi yang lebih kuat terhadap infeksi A. hydrophila dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT. Hasil seleksi itulah yang menjadi varietas IPB-C1KUAT.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This