Wednesday, January 28, 2026

Lele: Generasi Kedua Sangkuriang

Rekomendasi
- Advertisement -
Mandalika lele asal Nusa Tenggara Barat yang pertumbuhan lebih cepat 22—23% dibanding kedua indukannya, yakni lele masamo dan sangkuriang.
Mandalika lele asal Nusa Tenggara Barat yang pertumbuhan lebih cepat 22—23% dibanding kedua indukannya, yakni lele masamo dan sangkuriang.

Lele unggul keturunan sangkuriang: mandalika dan sangkuriang 2.

Omzet Saharudin hasil penjualan 300 kg lele mencapai Rp6-juta. Itu hasil panen pada Agustus 2015. Peternak ikan di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu, memperoleh harga Rp20.000 per kg. Ia mengutip laba Rp4.000 per kg. Artinya Saharudin mendapat untung Rp1,2-juta. Sebelumnya ia mendapat laba Rp1.250 per kg saat membudidayakan lele sangkuriang.

Lonjakan laba karena Saharudin menggunakan Clarias sp. anyar mandalika. Saharudin membudidayakan mandalika sejak 2012. Ia memelihara mandalika di 3 kolam terpal berukuran masing-masing 4 m x 6 m. Saharudin menebar 4.500—5.000 lele berukuran 4—8 cm. Pembesaran selama 60—90 hari menghasilkan 480 kuintal ikan per kolam. Rata-rata ukuran lele yang dipanen berjumlah 7—8 ekor per kg.

Irfan Muhammad Nur (kanan) dan Peni Syanti membudidayakan sangkuriang 2 sejak April 2015.
Irfan Muhammad Nur (kanan) dan Peni Syanti membudidayakan sangkuriang 2 sejak April 2015.

Pertumbuhan cepat
Saharudin tertarik membudidayaka lele mandalika karena pasokan bibit dekat dengan lokasi kolam di Lombok Tengah. Keuntungan lain mandalika lebih adaptif dengan kolam milik Saharudin. Sementara bibit sangkuriang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, dan perlu adaptasi 2—3 pekan. Pertumbuhan mandalika juga lebih cepat dibanding sangkuriang. Sangkuriang bisa dipanen saat berumur 60—85 hari setelah tebar.

“Mandalika dipanen saat berusia 60—70 hari,” kata pria berumur 38 tahun itu. Sepengamatan Saharudin tingkat kematian mandalika sekitar 10%, sedangkan sangkuriang 30%. Mandalika juga lebih tahan penyakit ketimbang sangkuriang. Penanggung Jawab Kelompok Kerja Lele Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Ahmad Jauhari, mengatakan mesti dipastikan apakah lele itu sangkuriang asli atau bukan.

“Pengiriman jarak jauh tidak berpengaruh terhadap kematian benih lele asalkan pengepakan baik dan benar,” kata Jauhari. Misal dalam wadah pengiriman mesti terisi 5.000 ekor jika benih berukuran 2—3 cm. Jika lebih dari itu tingkat kematian lebih tinggi. Mandalika hasil hibridisasi tim dari Instalasi Balai Benih Ikan Batu Kumbung, Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar.

Tingkat kematian sangkuriang  2 di kolam milik Irfan Muhammad Nur SPi lebih rendah dibanding ikan sejenis.
Tingkat kematian sangkuriang  2 di kolam milik Irfan Muhammad Nur SPi lebih rendah dibanding ikan sejenis.

Menurut Kepala BBI Batu Kumbung, Sabara Putra SPi MSi, mandalika kepanjangan dari mina andalan nasional damai dengan lingkungan karya dan disukai anak bangsa. Sabara dan tim memerlukan waktu 3 tahun untuk mendapatkan mandalika. Lele mandalika lahir dari hibridisasi antara lele masamo jantan dan sangkuriang betina. Sabara dan tim memilih kedua indukan itu karena mewakili dataran menengah dan dataran rendah dekat pantai.
Sangkuriang asal Sukabumi, Jawa Barat, mewakili dataran menengah atau 600 meter di atas permukaan laut.

Adapun masamo berasal dari daerah dekat pantai di Mojokerto, Jawa Timur. Sabara dan rekan berharap lele mandalika mampu beradaptasi di kedua lingkungan itu. Keunggulan lain cat fish anyar itu yakni pertumbuhan lebih cepat 22—23% dibanding kedua indukan.

Irit pakan
Daya adaptasi tinggi karena kedua indukan mewakili dataran rendah dan menengah. Mandalika pun tahan aeromonas. Food Convertion Ratio (FCR) atau konversi pakan mandalika 0,9. “Percobaan terakhir FCR lele itu mencapai 0,7,” ucap Sabara. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging ia hanya perlu 0,7 kg pakan.

Tingkat kelulusan hidup atau Survival Rate (SR) mandalika 90%. Hitung-hitungan Sabara peternak mandalika lebih untung daripada pembudidaya dumbo. Peternak mandalika meraih laba Rp3-juta per 5.000 ekor. Sementara peternak sangkuriang mengantongi Rp1-juta per 5.000 ekor. Berbagai kelebihan itu membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan melepas benih sebar mandalika secara resmi pada Juli 2014.

FCR lele mandalika 0,7—0,9. Perlu 0,7 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging lele.
FCR lele mandalika 0,7—0,9. Perlu 0,7 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging lele.

Balai Benih Ikan Batu Kumbung sudah menjual lebih dari 100 paket indukan mandalika dan sekitar 1,5-juta benih sebar per November 2014. Saat ini mandalika baru tersebar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. “Rencananya mandalika juga akan disebarluaskan ke Bali, Jawa, dan Papua,” kata Sabara. Pilihan lain lele unggul adalah sangkuriang 2.

Sangkuriang 2 hasil rekayasa teknologi di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, Jawa Barat. Lele itu lahir dari persilangan antara lele sangkuriang betina dan lele afrika strain thailand jantan. Kepala BBPBAT H Sarifin mengatakan lele sangkuriang 2 merupakan benih sebar hibrida, bukan indukan. Jadi peternak yang ingin mendapatkan sangkuriang 2 mesti mengawinkan kedua indukan tersebut.

Keunggulan sangkuriang 2 antara lain FCR rendah berkisar 0,53—1,17. Pertumbuhan 10% lebih tinggi dari generasi sebelumnya dan keseragaman ukuran mencapai 90%. Peternak di Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Irfan Muhammad Nur SPi membudidayakan lele sangkuriang 2. Irfan memiliki 10 kolam terdiri atas kolam besar seluas 50 m2 (8 kolam) dan 25 m2 (2 kolam) sebagai sarana pembesaran.

Keunggulan sangkuriang 2 yakni FCR rendah dan berukuran seragam.
Keunggulan sangkuriang 2 yakni FCR rendah dan berukuran seragam.

Sejatinya tidak hanya sangkuriang 2 yang ada di kolam Irfan. Ia juga memelihara lele jenis lain. Musababnya Irfan membeli benih dari beberapa peternak. “Tidak semua peternak membenihkan sangkuriang 2,” kata alumnus Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Institut Pertanian Bogor itu. Sepengamatan Irfan sangkuriang 2 memiliki beberapa keunggulan dari ikan sejenis yang ia pelihara.

Irfan lazim memanen ikan berkumis itu pada hari ke-30 setelah tebar. Sementara sangkuriang 2 dapat dipanen pada hari ke-28—ke-29. Bobot sangkuriang 2 juga lebih berat ketimbang jenis lain. “Satu kilogram sangkuriang 2 berisi 10 ekor, sedangkan lele lain berisi 11 ekor,” kata Irfan yang meneruskan bisnis budidaya lele dari sang ibu, Peni Syanti. Tingkat kematian sangkuriang 2 pun lebih kecil yakni 1—5% di setiap kolam.

Mortalitas lele jenis lain mencapai 5—10%. Artinya daya tahan sangkuriang 2 lebih baik. Harap mafhum Irfan menebar 400 benih seukuran 7—8 cm per m3 atau 20.000 lele per kolam. Sejatinya bungsu dari dua bersaudara itu tidak membedakan jenis lele. “Yang penting ikan sehat,” kata pria berumur 25 tahun itu. Meski begitu Irfan tertarik mengembangkan sangkuriang 2 lebih banyak jika pasokan benih memadai. (Riefza Vebriansyah)

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img