Trubus.id — Peternak perlu memperhatikan beberapa hal agar sukses beternak ayam serama. Pilihlah induk bermutu bagus. Asal-usul induk sangat penting diketahui penangkar pemula. Hal ini karena nantinya darah induk bakal diwariskan pada sang anak. Jadi, sosok fisik menjadi pilihan utama sebelum membeli.
Ayam berukuran mini terbukti menghasilkan induk cebol—kaki pendek. Kelebihan lain, betina pendek pun potensial untuk petelur unggul. Pinggul lebar sehingga daya tampung telur banyak dan gampang bertelur.
Sementara itu, betina jangkung biasanya malah menyulitkan pejantan mengawininya. Selain sosok, umur induk wajib diketahui agar tidak salah membeli yang kurang produktif. Belilah ke penangkar tepercaya yang bisa menjamin kualitas ayam.
Belilah induk remaja, umur 6–9 bulan dengan harapan peluang bertelur lebih besar dibanding yang sudah dewasa, umur 12 tahun ke atas. Induk muda juga dikhawatirkan menghasilkan telur muda—kerabang lembek. Hal ini karena organ reproduksinya belum siap sehingga kegagalan pembuahan tinggi.
Agar lebih yakin, selalu amati penampilan induk. Berdasarkan pengalaman beberapa peternak, disarankan memilih induk berkaki abu-abu. Betina seperti itu biasanya rajin bertelur, sedangkan jika berkaki kuning, kebanyakan agak sulit. Setelah itu, barulah melihat dubur dan supit udang. Pilihlah yang lebar agar mudah bertelur.
Selain induk betina, induk jantan tangguh pun berasal dari keturunan yang jelas. Paling tidak bisa diperkirakan anak-anaknya kelak. Idealnya, umur pejantan setahun atau lebih. Peternak juga bisa melakukan program kawin untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan.
Pakai sistem dodokan saja karena mampu meningkatkan fertilitas hingga 60–70%. Memang sepintas agak rumit dibanding sistem koloni dengan mencampur 1 jantan dan 3 betina. Yang penting penangkar perlu mencermati waktu tepat betina birahi.
Masa birahi betina biasanya pagi dan sore. Jadi, peternak dapat menjadwalkan kawin pada pukul 05:30–08:00 atau 16:00–17:30. Teknik ini juga berguna untuk mendapatkan keturunan hanya dari satu pejantan bermutu.
Keberhasilan pembuahan meningkat bila dibarengi dengan mencabuti bulu di sekitar dubur. Maksudnya, agar penetrasi sempurna sehingga sperma tidak tumpah di sekitar bulu. Kalau bisa, kloaka diolesi kapas yang sudah dibasahi air hingga bersih.
Pakan bergizi pun turut meningkatkan fertilitas. Pilih voer bernutrisi lengkap sebagai menu sehari-hari. Berikan pakan itu setiap hari dan selalu tersedia sepanjang waktu. Tambahkan pula vitagrit, gerusan sotong, atau pasir laut agar kerabang tebal. Berikan taoge atau cacahan sawi, dan pepaya seminggu sekali untuk mencukupi gizi sekaligus mendongkrak libido.
Kasus induk ogah mengeram sering dialami penangkar. Fatalnya, induk meletakkan telur di sembarang tempat sehingga sering terinjak hingga pecah. Membiasakan induk bertelur di sarang bukan pekerjaan gampang.
Begitu induk berhasil mengeram, bukan berarti pekerjaan sebagai penangkar serama selesai. Pastikan telur yang dierami benar-benar fertil. Keberadaan sel telur perlu dicek dengan meneropong di lampu atau senter pada hari ke-7.
Bila terlihat jaringan urat darah di telur berarti ada benih. Sementara itu, jika bening, pertanda gagal. Namun, kalau telur hanya tampak bintik hitam segera diambil karena benih mati. Pengecekan telur dapat diulang pada minggu ke-2.
Perhatikan kelembapan udara di sekitar kandang saat memasuki hari ke-18 atau 21. Ini penting supaya telur menetas sempurna. Idealnya, kelembapan udara di kandang 75%. Jika terlalu panas, segera siram air atau sediakan air di baskom, lalu letakkan di dekat sarang.
Begitu menetas, anak ayam segera dimasukkan ke inkubator yang dilengkapi lampu untuk penghangat. Jumlah lampu sangat bergantung pada densitas, yang penting pastikan suhu ruangan 38°C. Dengan cara itu, induk akan tetap mengeram hingga telur terakhir pecah.
