Trubus.id—Menanam anggur secara hidroponik menjadi hal yang unik. Menurut pehobi anggur di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Asep Rohmana cita rasa anggur hasil hidroponik manis.
Ia memanen anggur perdana pada umur tanaman 4,5 bulan sejak penanaman. Bandingkan dengan sistem konvensional, tanaman magori atau berbuah perdana ketika berumur 6 bulan.
“Pembuahan pada hidroponik bisa dipercepat karena penyerapan nutrisi oleh akar bisa fokus sesuai fase pertumbuhan tanaman,” ujar Asep. Saat magori itu ia memanen 10 dompol per tanaman. Menurut Asep bobot sebuah dompol mecapai 0,5 kg. Produksi melonjak seiring penambahan umur tanaman.
Pada umur 2 tahun, ia menuai rata-rata 30 kg per tanaman dalam setahun. Perawatan intensif kunci membuat tanaman berbuah terus menerus. Frekuensi berbuah dua kali setahun. Puluhan tanaman itu berbuah tidak bersamaan. Berikut langkah hidroponik anggur.

