Lengkap! Langkah Tepat Budidaya Ikan Mas Antigagal

0
budidaya ikan mas
Ilustrasi ikan mas di kolam. (Dok. Trubus)

Trubus.id — Budidaya ikan mas yang tepat menjadi faktor untuk mendapatkan hasil optimal. Pilihlah benih berkualitas, gunakan pakan berkualitas, upayakan agar daya dukung lingkungan perairan tetap baik, serta terapkan manajemen pengelolaan sesuai petunjuk teknis yang benar. Berikut ini penjelasan langkah-langkah membudidayakan ikan mas antigagal.

Pemijahan

Untuk memijahkan ikan mas secara alami, siapkan kolam pemijahan berukuran 12–15 m2 dan kolam penetasan seluas 500 m2. Perbaiki pematang dan dasar kolam, lalu biarkan kering selama 2–3 hari.

Untuk kolam penetasan telur, sebaiknya diberi pupuk kandang 200 gram/m2 agar subur. Selanjutnya, airi dan biarkan selama 1 minggu tergenang.

Siapkan induk ikan mas yang akan dipijahkan, yakni induk betina yang matang telur atau siap pijah. Ikan jantan matang kelamin disiapkan pada kolam terpisah selama 1–2 hari sebelum dipijahkan dengan perbandingan bobot 1:1 serta perbandingan ekor (jumlah ikan) 1:2 atau 1:4. Artinya, jika berat 1 ekor betina 2 kg, diperlukan 2 kg ikan jantan yang terdiri atas 2–4 ekor.

Siapkan 2 batang patok kayu atau bambu masing-masing panjang 1 m dan sebatang bambu sepanjang 4–5 m, bergaris tengah 5 cm. Patok itu ditancapkan masing-masing di sisi depan dan belakang kolam pemijahan.

Siapkan pula kakaban, lembaran ijuk, berukuran 1 m × 0,5 m, dijepit 2 bilah bambu sepanjang 1,2 m kemudian dipaku. Banyaknya kakaban yang diperlukan untuk 1 kg bobot induk betina sebanyak 4 buah.

Kolam pemijahan mulai diairi sampai ketinggian 50–60 cm pada pagi hari. Setelah air penuh, batang bambu sepanjang 4–5 m diikatkan masing-masing ujungnya pada patok yang tersedia.

Usahakan agar ikatannya longgar agar kakaban dapat naik turun mengikuti ketinggian air. Kakaban dipasang melintang di atas bambu. Selanjutnya, masukkan induk betina. Beberapa jam kemudian baru ikan jantan.

Induk-induk akan memijah sejak tengah malam sampai pagi hari. Biasanya, telur yang dikeluarkan akan menempel pada kakaban. Pagi hari kakaban dipindah ke kolam penetasan yang telah disiapkan. Usahakan kakaban terendam air sedalam 5 cm.

Setelah 48 jam, telur ikan akan menetas. Larva perlu diberi pakan larutan rebusan kuning telur secara merata di sekitar kakaban. Satu butir kuning telur untuk 100.000 ekor larva/hari, setelah 5 hari selanjutnya diberi pakan tepung berkadar protein 40%.

Tumpang sari

Sebenarnya, dalam budidaya, ikan mas dapat dipelihara tumpang sari. Caranya, sawah yang telah ditanami benih padi pada saluran melintang atau sekelilingnya berjarak 30–50 cm dan diperdalam hingga 30–40 cm. Masukkan benih ikan berukuran 1–3 cm dengan kepadatan 5 ekor/m2.

Ikan dapat dipelihara selama 20–25 hari dengan diberi pakan tambahan. Setelah 20–25 hari, ikan harus dipanen karena sawah akan disiangi dan dikeringkan 2 hari. Periode berikutnya setelah penyiangan pertama benih ikan dapat dipelihara kembali selama 20–25 hari dengan padat penebaran 2–3 ekor/m2. Setelah sawah siap dipanen, ikan juga harus segera dipanen.