Tuesday, November 29, 2022

Leyeh-leyeh di Taman Udara

Rekomendasi

Taman tillandsia, elok dan minim perawatanDan Dr Ing Fauzi Bowo pun terpikat taman vertikal tillandsia.

 

Tanaman apa ini? Bagus,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat melihat taman vertikal berisi ribuan tillandsia di pameran Jakarta Agro Expo 2012 di Pusat Pengembangan Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Kehutanan di Jakarta Selatan. Direktur PT Trubus Cipta Swadaya-event organizer ekshibisi yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Utami Kartika Putri, yang mendampingi Gubernur langsung memaparkan.

Vertikal garden seluas total 18,2 m2 itu tersusun oleh ribuan 3 jenis tillandsia. Tillandsia stricta laksana latar bagi hamparan T. magnosiana yang disusun dengan pola bak gelombang. Taman kian atraktif berkat kehadiran bunga-bunga berwarna ungu serta rona merah asal daun T.ionantha. “Yang membuat lebih istimewa, tillandsia cocok sebagai tanaman penyerap polutan,” tutur Utami Kartika Putri. Taman tillandsia nan unik itu juga membuat sebagian besar pengunjung terkesima. Banyak yang menduga itu tanaman palsu.

Tempat tidur

Taman vertikal berisi tanaman udara itu karya Sansan dan Gunawan Widjaya. Kakak beradik pemilik nurseri Wijaya Orchid itu juga memajang taman tillandsia di nurserinya di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sana vertical garden (kerap disingkat vega, red) juga jadi pusat perhatian pengunjung.

Lihat saja penampilan Tillandsia ionantha yang seronok karena tengah memamerkan bunga. Ratusan blushing bride-sebutannya-mengisi bagian taman di sisi kiri dan kanan. Pengantin-pengantin tersipu itu disusun pada beberapa rak dari kawat besi selebar 1 m dan tinggi                    2 m. Gunawan cukup menyelipkan setiap ionantha di kotak-kotak kawat, lalu mengikatnya dengan tali kawat supaya ajek.

Di bagian tengah berdiri rak kawat berbentuk bujur sangkar berukuran 2 m x 2 m. Vega itu diselimuti T. stricta yang sepintas sosoknya seperti rumput ophiopogon. Tillandsia itu juga hanya ditempel menggunakan kawat. Taman dinding tillandsia itu ibarat dinding yang melindungi sebuah tempat tidur.

“Tempat tidur” itu berupa rak kawat berukuran 3,5 m x 2,5 m yang dibentangkan di atas besi penyangga. Di atasnya Gunawan “menanam” Tillandsia magnosiana yang teksturnya persis dengan rumput jepang dipadupadankan dengan ionantha dan stricta yang sedang berbunga dalam pola seperti air mengalir. Penampilan taman tillandsia itu laksana sprei penutup kasur berpola indah.

Melihatnya membuat kita ingin berleha-leha di atasnya. Sebagai sentuhan akhir Gunawan memajang tiga batang kayu rambutan berwadah kendi. Supaya elok dan selaras, mulut kendi ditutup T. junceolata yang tampak seperti gabungan lidi berwarna hijau. Kayu rambutan bisa digantikan oleh kayu nangka dan kayu jambu biji yang lebih kuat. Supaya kayu rambutan awet, Gunawan menyemprotkan antirayap seminggu sebelum kayu dipakai.

Batang dan cabang kayu yang kulitnya sudah terkelupas alami itu diselimuti ratusan T.fasciculata dan T. xerographica. Tillandsia-tillansia yang direkatkan ke kayu dengan cara diikat kawat itu menghadirkan gradasi warna hijau muda segar dan hijau keperakan. Kayu rambutan itu juga digantung ke atap nurseri menggunakan kawat besi sehingga terlihat seperti melayang. Di beberapa titik cabang kayu rambutan yang melayang itulah Gunawan dan Sansan membiarkan Tillandsia usnoides menjuntai. Tirai si janggut musa itu ibarat kelambu.

Suasana seperti di kamar tidur juga muncul dengan kehadiran 10 “bola” cotton candy. Bola terbuat dari beberapa T. stricta yang disatukan itu ibarat lampu gantung. Bola lampu itu bak berpijar kala muncul bunga berwarna merah muda. Di beberapa sudut taman Gunawan menghadirkan T. fasciculata yang tengah memamerkan bunga berwarna kuning sebagai kejutan-kejutan.

Cepat jadi

Bukan tanpa alasan Gunawan memilih tillandsia untuk mengisi vega seluas total 50 m2 itu. “Saya ingin membuat taman dengan penampilan lain, tipe minimalis, dan sedikit perawatan,” tutur mantan bankir itu. Tillandsia mudah dirawat. Gunawan cukup menyemprot tanaman air dua kali seminggu. Pemupukan hanya diberikan bila tillandsia ingin dibungakan.

Membuat taman tillandsia pun relatif cepat dan mudah. Vega alias vertikal garden seluas 50 m2 cukup dikerjakan selama 2 minggu. “Tillandsia mampu hidup dari udara. Syaratnya sinar matahari harus ada dan kelembapan cukup,” tutur Gunawan. Itu sebabnya tak perlu repot-repot menggunakan media sehingga kondisi taman tetap bersih. Air plant itu cukup “dicantolkan” lalu dilem atau diikat kawat. Bila bosan dengan pola yang itu-itu saja kita bisa dengan mudah memindah-mindah atau menggantinya dengan jenis tillandsia lain bila kondisi tanaman sudah tidak apik.

Oleh karena itu tanaman anggota famili Bromeliaceae itu mudah dikreasikan dalam berbagai bentuk menarik. Lihat saja penampilan rangkaian bunga di ajang Singapore Garden Festival 2010. Pada rangkaian, Tillandsia xerographica  tampak anggun sebagai dasar dari bunga phalaenopsis berwarna jingga. Begonia serta tanaman rambat turut memperelok tampilan rangkaian. Gunawan kerap membuat kreasi tillandsia dengan wadah tanam kerang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maklum di habitatnya, tanaman asal Amerika Tengah dan Amerika Serikat bagian selatan itu secara alami memang kerap tumbuh di pohon, beberapa jenis kaktus, batu, hingga tebing. Tillandsia menyerap unsur hara di udara melalui jutaan sel trikoma yang menjelma menjadi bulu-bulu halus yang terdapat di daun, sementara akarnya berperan sebagai jangkar untuk menempel.

Kreasi tillandsia lebih cocok dipajang di luar ruangan. Sebab, tanaman udara itu membutuhkan sinar matahari cukup untuk berfotosintesis. Kelembapan udara juga mempengaruhi penampilan tillandsia. Si janggut musa alias spanish moss, misalnya akan berwarna hijau terang kala kelembapan lingkungan tumbuh cukup, tetapi warna daun berubah menjadi putih keabu-abuan jika kelembapannya kurang. Jika memajang rangkaian di dalam ruangan, keluarkan setiap seminggu sekali.

Menurut Hendra Wijaya, pemilik nurseri Elegant Flora di Ragunan, Jakarta Selatan, yang banyak mengoleksi tanaman anggota keluarga nanas-nanasan, dalam membuat taman vertikal, tillandsia cocok dipadukan dengan bromeliad lain. Yang paling sering digunakan jenis neoregelia yang memiliki corak daun beragam. Sosok indah vega tillandsia nan menawan pun membuat banyak orang jatuh hati. (Tri Istianingsih)

Bunga Datanglah

Kehadiran bunga membuat taman dinding tillandsia terlihat semarak. Gunawan Widjaja biasanya membungakan kerabat bromeliad itu di nurseri baru menata dalam vega. “Tapi bisa juga menghadirkan bunga langsung setelah tanaman menempel di taman vertikal,” tutur pemilik nurseri Wijaya Orchid itu.

Gunawan menggunakan tillandsia berumur 9 bulan pascapemisahan anak dari induk. Sebab tanaman udara itu hanya mau berbunga setelah dewasa. Setelah berbunga, tillandsia biasanya mati, tapi kemudian muncul 2-3 anakan dari setiap ketiak daun tanaman induk. Tanaman siap berbunga pada umur 11 bulan pascapemisahan dengan induk.

Bunga dapat diatur sehingga muncul serempak. Semprot tanaman dengan pupuk mengandung hormon giberelin. Kondisi tanaman yang akan dibungakan harus dalam kondisi prima dan sehat. Selang 1,5-2 bulan pascapenyemprotan pupuk perangsang, bunga muncul dan bertahan hingga seminggu. Saat akan berbunga, daun pun turut bersalin rupa. T. ionantha misalnya, saat fase berbunga daun yang semula hanya berwarna hijau akan berubah merona merah. Setelah itu muncullah bunga cantik berwarna violet dengan benang sari yang kuning cemerlang. (Tri Istianingsih)

  1. Taman tillandsia di Jakarta Agro Expo 2012
  2. Taman tillandsia, elok dan minim perawatan
  3. Perpaduan tillandsia dan phalaenopsis menjadi point of interest karangan bunga
  4. Taman vertikal dipenuhi tillandsia dan bromeliad sehingga tampak semarak
  5. Tillandsia ionantha berbunga
  6. Vega tillandsia mudah dibuat dan gampang dirawat
  7. Ratusan tillandsia ditempel ke ranting dan batang kayu rambutan sehingga terlihat unik dan cantik
  8. Kayu pohon yang sudah mati dimanfaatkan sebagai media pembuatan taman vertikal. Neoregelia yang berwarna-warni mempercantik batang kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img