Thursday, February 29, 2024

Limbah Bonggol Jagung sebagai Campuran Bahan Bakar Pengganti Batubara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Dua bank sampah binaan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Punagaya berhasil memasok 15 ton bahan bakar pengganti batubara atau co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Menggunakan limbah bonggol jagung, kuantitas bahan bakar pengganti ini diperoleh setiap 3 bulan periode panen. Keduanya adalah Bank sampah Sabrina dan Bori’ Matangkasa dari Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN.

Kedua bank sampah itu berhasil memasok limbah bonggol jagung sebagai campuran bahan bakar co-firing PLTU Punagaya dengan perbandingan campuran 1:99 sejak Agustus 2022.

H. Amir Guliling, Kepala Desa Galesong, mengatakan, Kabupaten Takalar dan Jeneponto merupakan salah satu lumbung jagung di Provinsi Sulawesi Selatan.

Meskipun demikian, selama ini bonggol jagung hanya berakhir di tempat sampah. Kerja sama dengan PLN ini memberikan sumber pemasukan tambahan sekaligus mengurangi sampah.

“Kami tentunya menyambut antusias kerja sama pemanfaatan bonggol jagung melalui bank sampah ini. Kerja sama yang digagas PLN ini terbukti mampu memberikan manfaat ekonomis bagi warga sekitar, khususnya pengolahan sampah domestik menjadi bahan yang bernilai ekonomis,” terangnya, dilansir dari laman resmi PLN.

Jarot Setyawan, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan & Penyaluran Sulawesi, mengatakan, kerja sama antara PLN dan masyarakat sekitar PLTU Punagaya adalah simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebab, kini bonggol jagung yang dulunya sekadar limbah menjadi bernilai ekonomi.

“Kami menjalankan skema rantai pasok yang saling menguntungkan bagi warga sekitar. Mulai dari memberikan bantuan bibit jagung untuk program ladang energi, yang selanjutnya sampah bonggol jagung akan dikumpulkan ke bank sampah dengan gerobak motor bantuan TJSL PLN, dan akhirnya dicacah dan dikirim ke PLTU Punagaya,” tutur Jarot.

Ia menambahkan, saat ini kemampuan pasok bonggol jagung dari bank sampah adalah 15 ton per tiga bulan masa panen. PLN akan terus memperbanyak skema kerja sama bank sampah dan Ladang Energi di sekitar PLTU Punagaya sehingga mampu menciptakan ekosistem listrik kerakyatan dan diharapkan mampu memenuhi pasokan bonggol jagung sebesar 25 ton per hari.

Pada 2023 nanti, pihaknya berencana memperluas skema kerja sama bank sampah ini. Targetnya akan ada tambahan sekitar 10–15 bank sampah yang langsung terintegrasi dengan aplikasi Mal Sampah.

Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada satu pemasok dan menyediakan sumber-sumber bonggol jagung dari pemasok lain dengan harga yang kompetitif. Upaya ini akan terus dilakukan perseroan dalam rangka menerapkan Environment, Social and Governance (ESG) pada tiap lini proses bisnis.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tip Bungakan Tanaman Subtropis Hyacinth di Indonesia

Trubus.id— Hyacinthaceae tanaman asal Turki selatan yang subtropis. Bagi kebanyakan orang membungakan hyacinth di Indonesia tergolong sulit. Namun, menurut...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img