Sunday, August 14, 2022

Lomba Jeruk Siem: 4 Gelar untuk Kalimantan Selatan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Citrus nobilis asal Barito Kuala dan Banjar harus puas menduduki peringkat II dan III. Takhta juara I yang diraih siem madang dilengkapi dengan gelar juara favorit.

Rasanya enak, manis,” demikian komentar Hendro Soenarjono, salah satu juri. Dibandingkan juara II dari Barito Kuala (Batola) yang tingkat kemanisannya mencapai 120 briks, jeruk siem madang itu masih asor, Cuma 110 briks. Namun, kombinasi rasa, penampilan fisik, dan tekstur mengantarnya meraih gelar paling terhormat.

Siem madang yang berlaga di Surabaya itu berasal dari kebun milik Syaifulah di Desa Sungai Madang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jeruk ditanam dalam barisan dengan jarak tanam teratur di kebun seluas 2 ha. Tanaman yang rata-rata berumur 8 tahun itu sehat, tak ada tanda-tanda serangan hama dan penyakit. Produksinya rata-rata 57 kg/pohon.

Penampilan kulit buahnya sungguh atraktif, dominasi kuning dengan semburat hijau. Apalagi waktu ditampilkan dalam kontes, kulitnya digosok sedemikian rupa sehingga tampak mengkilap. Saat dibelah, tampaklah daging buah berwarna jingga. Rasanya nyes…, manis sedikit asam dan berair banyak. Sungguh segar di lidah. Tekstur buah halus dan sedikit berbiji.

Dewan juri yang terdiri dari Hendro Soenarjono, Trubus, Martinus Sugiyarto, dan Bambang pun memutuskan siem madang sebagai juara favorit. Pasalnya, R. Rosayulinda yang membawa debutan itu ke Surabaya, menatanya demikian apik. Jeruk yang kulitnya berkilat itu ditata dalam perahu jukung khas Kalimantan. Setiap buah diberi label bertuliskan jeruk madang.

Siem batola

Sukses siem madang dicapai setelah mengalahkan pesaing terdekatnya, siem batola dan siem okucang. Dibandingkan madang, siem batola jelas lebih manis lantaran angka briksnya mencapai 12. Namun, para juri menilai, citarasanya secara keseluruhan masih kalah daripada madang.

Di lomba itu sosok fisik buahnya tidak sebagus siem madang. Toh, warna kulit kuning kehijauan itu tetap menarik. Kulitnya tipis—tanda tidak tahan simpan—dan mudah dikupas. Daging buah jingga, sama seperti siem madang. Rasanya manis menyegarkan dengan tekstur kulit halus. Setiap septa rata-rata berbiji 2 dan berair banyak.

Menurut Hadriyani dari Dinas Pertanian Barito Kuala, siem batola yang dibawa ke Surabaya berasal dari Desa Simpang Arta, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ini adalah sentra lama siem batola.

Buktinya, sang juara II itu dipetik dari pohon berumur 20 tahun yang produktivitasnya hanya 42 kg/pohon. Siem batola, berdasarkan data Direktorat Tanaman Buah, Ditjen Bina Produksi Hortikultura, termasuk varietas siem banjar. Varietas itu sangat cocok ditanam di Batola yang memiliki 10—11 bulan basah dan 1—2 bulan kering.

Siem okucang

Juara ketiga disebut siem okucang lantaran dipetik dari tanaman asal bibit okulasi cangkok (okucang). Siem itu ditanam di plot pengkajian Simpang Warga, Alun-alun, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Itu adalah lokasi kebun percobaan BPTP Banjar. Siem peraih juara III itu dipetik dari pohon berumur 7 tahun yang produksinya mencapai 130 kg.

Dibandingkan siem madang dan batola, kadar kemanisan siem okucang kalah jauh, angkanya cuma 80 briks. Keunggulannya adalah paduan citarasa yang asam manis menyegarkan dan berair banyak. Tekstur kulit buah lembut dan septanya rata-rata berisi 2 biji. Kulit hijau tua mengkilap dan relatif bersih dari scab. Warna daging jingga dengan kulit tipis dan mudah dikupas.

Siem okucang debutan baru di kancah siem nasional. Soalnya, kebanyakan siem di nusantara diperbanyak melalui cangkok atau okulasi. Nah, okucang ini spesial, berasal dari bibit okulasi cangkok. Bibit seperti itu paling ideal untuk daerah pasang surut, seperti Kalimantan,Sumatera, dan Papua.

Keberhasilan siem madang, batola, dan okucang mengukuhkan posisi Kalimantan Selatan sebagai gudang jeruk andalan nusantara. Soalnya, di antara para pesaing itu hadir siem kintamani yang kulitnya kuning menyala bagaikan keprok. Tampak pula siem mamuju yang tersohor. Dari Sumatera Barat tampil siem asal Ulakan Tapakis, sentra baru jeruk siem di wilayah Padang Pariaman. Kalimantan Barat diwakili oleh siem asal Tebas dan Singkawang. Total tercatat 20 jeruk siem berlaga di kontes itu. (Onny Untung)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img