Friday, January 16, 2026

Mahasiswa Unpad Manfaatkan Limbah Bonggol Pisang dan Kulit Udang Jadi Pupuk

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bonggol pisang dan kulit udang lazimnya terbuang begitu saja. Namun di tangan lima mahasiswa Universitas Padjadjaran limbah itu bersalin rupa menjadi pupuk jenama Pupukin!. Pupuk itu menggunakan teknologi Slow Release Fertilizer.

Mahasiswa itu Dira Purwasih (Agribisnis), Prili Alisha (Agribisnis), Rizqia Nadira Ronaldo (Agribisnis), M. Yasyfa Kusumadinata (Teknologi Industri Pertanian), dan Stanislaus Adhi Pramudya (Agroteknologi).

Melansir pada laman UNPAD, inovasi pupuk di bawah bimbingan dosen pendamping, Vira Kusuma Dewi, M.Sc., PhD., itu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Prili dan tim mengombinasikan dengan daun mimba karena beraroma khas dan mengandung senyawa aktif.

Menurut Prili Pupukin! dapat meningkatkan efektivitas pupuk dalam mengontrol pelepasan hara. Selain itu juga efisiensi dalam penggunaan jangka panjang, serta mengurangi risiko pencemaran air dan tanah.

Ia menuturkan Pupukin! dilapisi bahan makromolekul untuk menunda pelepasan nutrisi ke tanah. Hal itu mengurangi frekuensi pemupukan dan optimal bagi tanaman. 

Lebih lanjut ia menjelaskan limbah bonggol pisang memiliki mikroba seperti Aeromonas sp., Bacillus sp., dan Aspergillus niger. Berguna memecah bahan organik tanah, fiksasi nitrogen, dan melawan patogen penyebab penyakit tanaman.

Kandungan lain pada limbah bonggol pisang seperi nitrogen, fosfor, dan kalium. Sementara limbah kulit udang mengandung kitin yang dapat menjadi kitosan. Senyawa itu sebagai sumber karbon organik. Mengatur pelepasan unsur hara ke tanaman.

Prili dan rekan membuat Pupukin! berbentuk kubus dengan kemasan 250 gram. Ia menjelaskan cara menggunakan pupuk itu dengan menugal pada media tanam. Lantas memasukkan satu keping kubus untuk tanaman sayur daun seperti kangkung, bayam, pakcoi, dan selada.

Ia menjelaskan pengemasan Pupukin! dengan craft standing pouch biodegradable, “Kemasan produk Pupukin! dapat didaur ulang menjadi pot tanaman,” katanya.  Pengguna dapat memindai QR code yang tersambung pada website Pupukin!.

Inovasi produk itu implementasi dari Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek Republik Indonesia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img