Friday, January 16, 2026

Kombinasi Ekstrak Kecambah Brokoli dan Doksorubisin Berpotensi untuk Pengobatan Kanker Payudara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Kombinasi ekstrak kecambah brokoli dan doksorubisin berpotensi untuk pengobatan kanker payudara. Itulah hasilpenelitian Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung pada Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang  Riset Eksakta. 

Melansir pada laman Unpad doksorubisin merupakan agen kemoterapi yang sudah digunakan secara luas. Namun,  penggunaan  doksorubisin sering menyebabkan berbagai efek samping termasuk resistensi terhadap sel kanker.

Pada penelitian terdahulu menunjukkan kombinasi doksorubisin dengan bahan alam dapat mengurangi toksisitas terhadap sel kanker payudara jenis MCF-7. Maka dari itu Citra Nisa Ul Inayah dan tim meriset  kombinasi ekstrak kecambah brokoli dan doksorubisin.

“Kombinasi antara ekstrak kecambah brokoli dan doksorubisin memberikan harapan baru bagi pengobatan kanker payudara, khususnya dalam mengurangi efek samping yang timbul dari penggunaan doksorubisin tunggal,” ujar Citra.

Citra bersama Dilla Mardyana, Wafa Alya Nabilla, Freya Sucia Samawa, dan Najwa Salsabila di bawah bimbingan Prof Dr. Tri Mayanti, M.Si melakukan penelitian  pada April–Juli 2024 di Laboratorium Kimia Bahan Alam Unpad, Laboratorium Sentral Unpad, dan Pusat Laboratorium Forensik Bogor. 

Mula-mula Citra dan tim menanam kecambah brokoli hingga berumur 3 hari. Pada umur itu  kecambah mengandung sulforafan mencapai 10–100 kali lebih besar dari brokoli dewasa. 

Selanjutnya, mengekstraksi kecambah brokoli dan pengujian dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).

Lalu menganalisis hasil ekstrasi itu melalui LC-MS/MS untuk memastikan kandungan sulforafan yang terkandung di dalamnya dan uji sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7, baik secara tunggal maupun dalam kombinasi dengan doksorubisin.

Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak kecambah brokoli memiliki efek sitotoksik yang lemah terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara tunggal dengan nilai IC50 yakni 138,70 µg/mL. 

Meski begitu kombinasi ekstrak brokoli dan doksorubisi menunjukkan efek sitotoksik sangat kuat dengan nilai IC50 0,67 µg/mL.

Nilai Combination Index (CI) dari kombinasi itu menunjukkan bahwa kedua agen tersebut dapat bekerja sinergis dalam menekan pertumbuhan sel kanker dengan nilai 0,04293.

Berdasarkan penelitian itu sulforafan yang terkandung dalam kecambah brokoli memiliki potensi sebagai agen ko-kemoterapi.  

Tim riset berharap temuan itu dapat menjadi dasar pengembangan obat kanker yang lebih efisien dan ramah bagi pasien di masa depan. Langkah selanjutnya dapat berupa uji lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas kombinasi ini pada skala klinis.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img