Trubus.id— Daun tembelekan lazim dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, seperti bisul, luka berdarah, memar, dan bengkak-bengkak. Bukan hanya itu, faktanya tembelekan juga bermanfaat untuk mengatasi hama penganggu tanaman.
Tanaman tembelekan mengandung berbagai zat penting. Misalnya, daun tembelekan mengandung lantadene A dan B, serta minyak (humulene), juga mengandung asam lantat, p-cymene, terpidenem R caryophyllene, a pinene, dan asam lantonalat. Akarnya mempunyai sifat analgesik, antitoksik, dan antipiretik. Sementara bunganya bersifat hemostatik.
Kutu daun
Kutu daun Aphis cracivora dan penggerek polong Maruca testualis momok bagi pekebun kacang hijau. Kedua hama itu kerap menggagalkan panen. Namun tenang saja, ini ada cara ampuh untuk mengatasinya. Sebanyak 4 gram gerusan biji tembelekan Lantama camara dilarutkan dalam 100 ml air.
Lalu, semprotkan 7,5 ml ekstrak pada setiap tanaman kacang hijau. Dosis itu mampu membunuh 60,5% A. cracivora dan 70,5% M. testualis. Hama tersisa yang lolos, bakal terhambat pertumbuhannya. Ini berkat kandungan lantadene A dalam biji tembelekan.
Atasi ulat
Tingkat kerusakan kubis akibat serangan ulat plutella xylostella mencapai 90%. Nuryanto dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa ekstrak tembelekan mampu menghambat nafsu makan ulat daun kubis.
Ia mengekstrak 0,5 kg serbuk daun kering tembelekan dalam 1 liter akuades. Setelah membiarkan selama 10—12 jam kemudian ia menyaring dan menyemprotkannya ke tanaman.
Untuk pemakaian di lahan, tambahkan 2 bagian air ke dalam 8 bagian ekstrak cairan. Insektisida tembelekan mampu menekan serangan ulat hingga 50%.
