Tuesday, January 13, 2026

Mangga Miyazaki Berbuah Lebat di Greenhouse

Rekomendasi
- Advertisement -

Erwin Wiguna memilih jalan berbeda dalam membudidayakan mangga. Pria asal Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu mengombinasikan teknologi ultra high density planting (UHDP) dengan sistem rumah tanam atau greenhouse. Inovasi tersebut ia terapkan pada budi daya mangga miyazaki, salah satu varietas mangga premium asal Jepang.

Erwin membangun greenhouse berukuran 12 m x 40 m. Dalam satu bangunan, ia menanam 40 pohon mangga miyazaki atau total 80 pohon untuk dua unit greenhouse. Jumlah tersebut jauh lebih padat dibandingkan budi daya mangga konvensional.

Mangga miyazaki dikenal sebagai varietas unggulan yang banyak digemari di Jepang. Tak heran jika mangga ini dijuluki sebagai salah satu mangga termahal di dunia. Varietas tersebut berasal dari Prefektur Miyazaki, wilayah di ujung selatan Pulau Kyushu, Jepang. Ciri khasnya buah berwarna jingga kemerahan, bertekstur lembut, agak juicy, serta memiliki rasa manis dengan tingkat kemanisan mencapai 15° briks.

Dalam praktiknya, Erwin menerapkan jarak tanam rapat 2 m x 3 m. Padahal, umumnya pekebun mangga menggunakan jarak tanam 8 m x 8 m atau bahkan 10 m x 10 m. Dengan ukuran lahan 12 m x 40 m, budi daya konvensional hanya mampu menampung sekitar 5—8 tanaman. Sebaliknya, melalui teknik UHDP, jumlah tanaman bisa meningkat berkali-kali lipat.

Ketertarikan Erwin mengombinasikan UHDP dengan greenhouse tak lepas dari keinginannya meniru sistem budi daya di negara asal mangga miyazaki, Jepang. Menurutnya, teknik tersebut menawarkan banyak keuntungan. Salah satunya melindungi bunga mangga dari guyuran hujan.

“Biasanya mangga berbunga bersamaan dengan musim hujan. Jika ditanam di lahan terbuka, bunga rawan rontok karena terkena air hujan,” ujar Erwin. Dengan greenhouse, bunga terlindungi sehingga risiko rontok dapat ditekan. Selain itu, sistem ini memudahkan pekebun membuahkan mangga di luar musim tanpa harus khawatir dampak buruk cuaca ekstrem.

Meski demikian, budi daya mangga dengan jarak tanam rapat di dalam greenhouse memiliki tantangan tersendiri. Erwin menekankan pentingnya pengaturan percabangan. Pada UHDP di lahan terbuka, tinggi tajuk tanaman masih bisa diatur hingga 2,5 m. Namun, di dalam greenhouse, tinggi tanaman tidak boleh melebihi 2 m.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img