Wednesday, January 28, 2026

Mari Makan Gelas

Rekomendasi
- Advertisement -

Konsumen kini dapat menyantap gelas minum bercita rasa lezat. Upaya menekan sampah plastik.

Gelas wadah minuman sekaligus pencuci mulut. Gelas berwarna kuning bercita rasa buah jeruk, warna hijau (teh hijau), dan merah (buah leci). (Dok. Evoware)

Trubus — Penawar dahaga ketika suhu hampir menyentuh 40oC adalah menikmati minuman dingin menyegarkan. Apalagi jika gelas wadah minuman itu juga sebagai penutup hidangan. Memakan gelas? Ya, gelas wadah minuman bikinan David Christian memang bercita rasa lezat. Pria kelahiran 26 September 1992 itu memanfaatkan rumput laut sebagai bahan baku gelas. Volume gelas 150 ml. Gelas itu menggantikan peran kudapan pencuci mulut.

Menurut periset di Jurusan Biologi, Universitas Sebelas Maret, Tri Handayani dan kawan-kawan rumput laut mengandung beragam nutrisi seperti protein, asam amino, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalsium. Ia meriset rumput laut spesies Sargassum crassifolium. Desain gelas pas di genggaman dan tebal. Bobotnya 140 gram membuat konsumen tidak perlu khawatir gelas itu sobek sehingga minuman tumpah.

Terurai 30 hari

David mendirikan perusahaan Evoware pada April 2016 yang memproduksi gelas rumput laut. Ia bekerja sama dengan koperasi yang menaungi 12.000 petani rumput laut. Rumput laut menjadi pilihan bahan dasar edible cup karena ketersediaannya melimpah. Indonesia produsen rumput laut terbesar di dunia. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2018 produksi rumput laut Indonesia mencapai 7.567 ton.

David Christian pendiri Evoware. (Dok. Evoware)

Pemuda 27 tahun itu mendatangkan rumput laut dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut David rumput laut asal Pantai Losari, Sulawesi Selatan, terbaik sebagai bahan baku gelas. Ia menyebut produk bikinannya itu ello jello. Pembuatan gelas tanpa penambahan bahan-bahan kimia berbahaya buatan. “Produk ini aman, karena bebas gluten, gelatin, pengawet, dan pemanis,” kata Marketing and Communication Evoware, Sizigia Pikhansa.

Di suhu ruangan, gelas bertahan selama 3 hari, sedangkan dalam lemari pendingin, gelas bertahan lebih lama, yakni 7 hari. Menurut Sizigia Pikhansa penggunaan gelas rumput laut lebih nikmat dengan minuman dingin. Harap mafhum, bahan dasar gelas berupa jeli. “Kalau terkena panas khawatir mengganggu tekstur gelas dan mempengaruhi rasa minuman,” kata Sizigia Pikhansa.

Jika enggan mengonsumsinya, gelas mudah terurai. Menurut Sizigia Pikhansa gelas terurai dalam tanah hanya dalam 30 hari. Faedahnya menjadi pupuk. Harga satu buah gelas Rp20.000. Menurut David konsumen bebas membeli gelas rumput laut itu karena tidak ada jumlah mininal pembelian. Makin banyak pembelian harga satuan akan makin murah.

Dampak lingkungan

Warna gelas memproyeksikan rasa gelas. Warna merah menandakan gelas bercita rasa buah leci, warna kuning (buah jeruk), warna hijau (teh hijau), dan warna biru (daun poko atau Mentha arvensis). Menurut David konsumen menggemari semua jenis gelas. Sekali pembelian, konsumen akan membeli semua jenis gelas karena penasaran. “Kami berharap inovasi kami tidak hanya bicara keuntungan, tapi juga harus punya nilai sosial,” kata Sizigia Pikhansa.

Meskipun menerapkan sistem penjualan eceran, David dan Sizi berharap masyarakat lebih banyak menggunakan gelas rumput laut saat acara besar. Tujuannya agar dampak terhadap lingkungan lebih signifikan. Lazimnya kegiatan seperti pesta dan perayaan pernikaha menyisakan limbah plastik. Pemuda 27 tahun itu tergerak memproduksi gelas rumput laut ketika pulang ke Indonesia pada Oktober 2015.

Pria kelahiran 26 September 1992 itu terkejut melihat penanganan limbah plastik masih amat minim. Ia pun tergerak untuk membuat produk unik dan kaya manfaat berupa gelas rumput laut. Alumnus International Trade dari Canadian College itu berhasil membuat edible cup alias gelas yang dapat dikonsumsi. Cita rasa lezat sekaligus mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img