Trubus.id— Keberadaan sayuran okra yang dijuluki jari lentik itu jarang ditemui di pasaran. Di pasaran okra tergolong sayuran eksklusif. Anda dapat menanam okra di halaman rumah dengan tasalampot. Perawatan okra di dalam pot sangat gampang.
Tanaman kerabat kembang sepatu itu tergolong bandel. Itu sebabnya okra dapat ditanam pada tasalampot. Cara menanam okra sederhana dan mudah. Menanaman okra dalam pot sebaiknya menggunakan media tanam kaya hara.
Pehobi bisa menggunakan campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Penanaman dengan membenamkan benih di media tanam itu. Anda dapat menggunakan pot berukuran sedang berdiameter 25 cm.
Benih akan berkecambah 2 pekan pascasemai. Tanaman hanya butuh disiram setiap hari agar selalu segar dan tidak layu. Penyiraman tanaman setiap hari bila tidak ada hujan. Penyiraman dihentikan bila hujan deras.
Selain di pot, pehobi juga bisa menanam okra di bedengan. Sayuran yang sohor sebagai pengontrol gula darah itu tumbuh dapat Anda tanam di bedengan berukuran 1 m x 10 m. Satu bedengan berisi 200 tanaman. Buah yang dipanen dalam satu bedengan mencapai 1 kg setiap 2 hari.
Sebelum tanam Anda dapat menaburkan 30 kg kompos di setiap bedengan. Selanjutnya menyiramkan pupuk cair organik dari rembesan air kompos saat tanaman berumur 2 bulan. Penyiraman pupuk alami itu hanya sekali selama budidaya tanaman.
Konsentrasinya sebanyak 1 liter pupuk organik cair dalam 10 liter air. Perawatan okra di pot dan bedengan relatif sama. Untuk tasalampot dapat menaburkan pupuk kandang kambing secukupnya untuk menambah asupan hara bagi tanaman.
Okra tumbuh optimal bila kebutuhan air tercukupi. Tanaman akan memasuki masa generatif saat berumur 1,5—2 bulan. Buah susul-menyusul sehingga tanaman selalu menghasilkan buah. Apalagi okra juga memiliki bunga yang sangat cantik, sekilas mirip kembang sepatu.
Usia produktif okra sangat singkat, hanya 3 bulan pascasemai. Pada umur 3 bulan tanaman masih berbuah, tetapi produksinya rendah. Pehobi di rumah bisa memanfaatkan buah kering sebagai benih. Pilih beberapa buah berukuran besar dan biarkan tua hingga kulit buah berwarna kecokelatan.
Manfaatkan biji di dalam buah itu sebagai benih untuk penanaman pada periode berikutnya. Sementara itu buah lain bisa dipanen muda.
