Thursday, February 9, 2023

Mengenal Gejala Hipertensi dan Cara Terbaik untuk Mencegahnya

Rekomendasi

Trubus.id — Penyakit hipertensi identik sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut. Hal ini karena risiko hipertensi semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Meski begitu, dalam kenyataannya tidak sedikit kasus hipertensi terjadi pada kalangan usia muda.

Ali Baswedan, Sp.PD-KEMD., dokter spesialis pada Klinik Endokrin di RSA UGM, mengatakan hipertensi adalah suatu penyakit yang dalam keadaan tertentu tidak bergejala. Tidak ada gejala, tetapi begitu diukur tensi tiba-tiba tinggi. Namun, ada juga yang ditandai dengan gejala sakit kepala atau merasa tidak nyaman.

Sebagian besar hipertensi, tidak bergejala atau silent, dan itu yang berbahaya. Oleh karena itu, pemeriksaan secara periodik bisa tiga bulan sekali sangat penting untuk dilakukan agar setiap individu mampu mendeteksi sejak awal apakah dirinya ada hipertensi atau tidak.

“Terutama bagi orang-orang yang memiliki keturunan hipertensi, misal dari bapak, kakek neneknya, pamannya, dan memiliki kecenderungan seperti itu maka sebaiknya secara periodik periksa,” kata Ali, dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.

Ali menjelaskan secara umum hipertensi dibagi ke dalam 2 kelompok. Pertama, hipertensi esensial atau hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya yang besarannya mencapai 90 persen. 

Kedua, hipertensi sekunder atau hipertensi yang bisa dilacak penyebabnya yang besarannya mencapai 10 persen. Menurutnya, hipertensi sekunder ini masih memiliki harapan untuk diperbaiki.

Semisal karena kelainan ginjal, begitu ginjal diobati, hipertensi akibat ini bisa sembuh. Demikian pula hipertensi akibat kelainan hormon berlebih. Jika hormon diobati, hipertensi akibat gangguan ini pun bisa normal kembali.

“Artinya yang 10 persen ini merupakan tipe hipertensi yang bisa diperbaiki, sedang yang 90 persen tidak lagi bisa,” terangnya.

Salah satu hal yang dianggap berbahaya bagi penderita hipertensi adalah garam. Kenapa garam itu berbahaya bagi penderita hipertensi? Ali mengatakan, garam mengandung natrium dan pada natrium ini memiliki sifat-sifat jahat untuk tubuh. Dengan mengonsumsi garam secara terus menerus, natrium akan masuk sel tubuh sehingga bisa overload (kelebihan) cairan. Efek kelebihan cairan ini membuat jantung memompa lebih kuat sehingga menaikkan tensi.

Untuk itu, disarankan mengurangi konsumsi garam. Caranya dengan menjauhi makanan yang bisa menjadi sumber garam, seperti gorengan. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah memperbaiki life style atau gaya hidup dengan membiasakan makan sayur dan buah.

Menurut Ali, sayur dan buah sesungguhnya sumber nabati untuk natrium. Untuk itu, tidak makan garam dapur sebenarnya tidak masalah karena permasalahan hanya di lidah yang terasa anyep sebab sudah terbiasa asin.

Khusus untuk penderita hipertensi, Ali mewanti-wanti agar pantang garam. Jika perlu stop garam karena garam sangat mengganggu kerja obat. “Jika garam naik dalam tubuh, obat tidak bekerja dengan baik dan efektif. Sebaiknya cek tekanan darah secara rutin,” papar Ali.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img