Trubus.id — Keberadaan lumut berukuran kecil kerap dianggap remeh. Padahal, lumut bersama dengan organisme lain dalam suatu ekosistem merupakan bagian dari siklus karbon. Artinya, jika satu organisme hilang, pasti akan memengaruhi suatu eksosistem, bahkan mengubah keseimbangan ekosistem itu. Oleh karena itu, keberadaan lumut di alam perlu dijaga.
Menurut Dr. Dra. Nunik Sri Ariyanti, M.Si., dosen di Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor (IPB), ada salah satu objek wisata yang menawarkan keindahan pemandangan lumut, yakni Gunong Lumut.
Wisata Gunong Lumut terletak di Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, di sana hamparan lumut luas sangat memanjakan mata yang melihatnya. Lumut anggota famili Leucobryaceae itu terhampar dan berbentuk seperti karpet tebal.
Ia menilai tempat itu berbeda dengan lokasi lain. Di hutan, jarang ada lumut karena lantai hutan tertutup serasah. Namun, uniknya di Gunong Lumut yang berketinggian 175 meter di atas permukaan laut (m dpl) terdapat hutan lumut yang menyelimuti pepohonan dan lantai hutan.
Nunik menjelaskan, lumut terbagi menjadi 3 kelompok yakni lumut sejati atau lumut daun, lumut tanduk, dan lumut hati. Menurut Nunik, mayoritas lumut di Gunong Lumut termasuk lumut daun. Ada juga lumut hati sedikit, tetapi ia belum melihat ada lumut tanduk. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis lumut di sana.
Berdasarkan teori evolusi, lumut merupakan organisme paling dahulu muncul sebelum ada tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Persebaran habitat lumut relatif luas sehingga jarang ada lumut endemik.
“Kemungkinan spesies lumut baru ada karena belum banyak diteliti,” kata Nanik.
Dari aspek kemampuan menyerap air, menurutnya, lumut berperan menjaga kelembapan. Tidak heran masyarakat menggunakan lumut sebagai penutup pot tanaman hias.
“Melihat keunikan ekosistem di Gunong Lumut, maka kita harus menjaganya,” kata Nunik.
Dilarang keras mengambil lumut di sana untuk tujuan komersial. Di tempat lain ada sekelompok oknum yang mengambil lumut dari alam dan menjualnya dengan harga murah. Padahal, hal itu bisa merusak ekosistem.
Salah satu peran lumut di Gunong Lumut menjadi habitat beberapa jenis serangga. Jika Gunong Lumut tanpa lumut, serangga itu kehilangan habitat. Bisa jadi serangga di sana berperan dalam penyerbukan tanaman.
Peran lumut lainnya adalah menyerap air hujan sehingga lebih banyak air yang masuk ke tanah. Jika lumut hilang, kemungkinan bisa terjadi erosi.
