Tuesday, January 27, 2026

Menu Sehat dari Dapur Rumahan

Rekomendasi
- Advertisement -

Keterbatasan waktu para pekerja di kota besar menciptakan pasar baru bagi penyedia jasa boga rumahan.

Mutya Sekarwangi (kiri) dan Andita Kusumawardani berharap mengembangkan bisnis katering. (Dok. Koleksi Mutya Sekarwangi dan Andita Kusumawardani)

Trubus — Mutya Sekarwati dan Andita Kusumawardani sejatinya tidak begitu piawai memasak. Kadang-kadang mereka juga melihat resep masakan di dunia maya. Namun, Mutya-Andita ingin hidup sehat. Oleh karena itu, mereka memasak sendiri tanpa penyedap rasa (MSG), pengawet, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Teman-teman kantornya banyak yang memesan masakan bikinan Mutya-Andita.

Mereka berniat membantu temannya menikmati makanan sehat untuk makan siang. Namun, permintaan makin banyak, sehingga mendorong mereka mendirikan Kitch.id. pada 2016. Mereka menawarkan dua jenis menu, yaitu tasty dan healthy—keduanya menu makan siang tanpa monosodium glutamat (MSG). Mutya mengganti protein yang biasanya bersumber daging dengan protein nabati pada menu healthy.

Omzet besar

Mutya mengatakan, “Kami mengganti daging dengan kedelai atau jamur tapi diolah hingga tekstur dan bentuknya menyerupai daging.” Ia berhasil mengantarkan kotak makan siang kepada para pekerja di area perkantoran daerah Kuningan, Gatot Subroto, dan Sudirman, Jakarta Selatan hingga pertengahan 2017. Dalam sehari rata-rata mereka melayani 100 porsi makan siang.

Meski tanpa penyedap rasa, cita rasa masakan tetap enak. Buktinya permintaan terus meningkat. Pada awal berdiri, Mutya-Andita hanya melayani 50 porsi per hari. Permintaan tumbuh hingga 50% per tahun. Wajar jika Mutya kewalahan memasak sendiri. Oleh karena itu, kini kitch.id memperkerjakan tiga pegawai di antaranya juru masak dan kedua asistennya. Mutya memanfaatkan dapur rumahnya seluas 2 meter x 3 meter untuk memasak.

Mutya-Andita tak keberatan melayani 1—2 porsi, meski hanya untuk sehari. Mutya akan memberikan promo ketika pelanggan memesan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 5 hari. Pengusaha muda itu hanya menyajikan makanan sehat dengan bahan-bahan terpilih.

Ratusan menu makanan sehat nan lezat telah dihasilkan Mutya Sekarwati, S.E. dan Andita Kusumawardani, S.E selama empat tahun. (Dok. Koleksi Mutya Sekarwangi dan Andita Kusumawardani)

Pelanggan cukup membayar Rp35.000 untuk seporsi tasty menu. Adapun harga seporsi menu healthy Rp39.000. Mutya mengatakan, harga turun signifikan jika pesanan dalam jumlah banyak. “Waktu itu kami menerima pesanan 150 porsi tapi dengan anggaran Rp25.000 per porsi,” kata Mutya. Menurut perempuan kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 20 Mei 1989 itu omzet mencapai Rp20 juta—Rp25 juta per bulan.

Pada hari Jumat banyak perkantoran mengadakan kegiatan. Hal itu menjadi salah satu celah bagi Mutya untuk mensubstitusi makan siang yang biasanya disajikan dengan nasi menjadi makan siang yang lebih ringan seperti roti lapis, burrito—makanan khas Meksiko berupa tortila gandum dengan isian daging, sayuran, dan saus, serta pasta.

Aral Bisnis Jasa Boga

Berbisnis jasa boga bukan hal mudah bagi Mutya Sekarwati dan Andita Kusumawardani. Mereka menghadapi banyak kendala. Menurut Mutya proses pengantaran menjadi kendala terbesar karena belum memiliki kurir tetap. Memanfaatkan jasa transportasi ojek daring menjadikan biaya pengantaran melambung. “Setiap hari harus aktif memantau jasa mana yang murah, karena kami juga tidak mau membebankan ongkos kirim yang melejit pada pelanggan,” ujar Mutya.

Harga bahan pokok yang fluktuatif juga menjadi kendala. Harga bumbu dapur yang melambung tinggi, sayuran langka, hingga harga lauk pauk yang menjulang juga membuat pengusaha muda itu harus memutar otak untuk tetap memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Pada akhirnya Mutya menaikkan harga seperti sekarang. Namun, ia bersyukur pelanggannya tidak berpaling.

Pernah terjadi sekali Mutya tak berhasil memasak pesanan pelanggannya sesuai standar, karena daging yang dimasak terlalu keras. Hasilnya ia tak mengirimkan makan siang kala itu. Sebagai pengganti, Mutya memberikan tambahan gratis satu hari makan siang. Kesalahan itu tak menuai masalah, pelanggannya malah memaklumi dan menghargai iktikad baik dari pelayanan kitch.id dan memotivasi Mutya untuk terus belajar menu-menu baru. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img