Monday, August 15, 2022

Mesin Pintar di Kebun Kaktus

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Butuh bantuan robot pintar untuk mengelola 7-juta tanaman, 400 varietas, dua nurseri berbeda jarak ribuan kilometer, dan penjualan ke seluruh dunia.

S ebuah kereta besi berjalan mulus di antara bedengan kaktus dan sukulen di sebuah nurseri berdinding kaca itu. Tiba di salah satu baris bedengan, kereta berhenti. Lalu sebuah kotak kecil meluncur dari bagian dalam kereta menuju bagian bawah bedengan. Berikutnya sebuah bunyi halus terdengar dan kotak pintar itu perlahan membawa satu bedengan berupa meja besi berisi ratusan pot sukulen berdaun hijau bercampur ungu ke atas kereta.

Detik berikutnya, kereta dengan meja besi di atasnya meluncur ke sudut lain dalam nurseri. Di sana sudah ada pekerja menunggu untuk mengemas pot-pot sukulen di atas meja itu ke dalam keranjang, siap untuk dibawa ke pelelangan. Sejurus kemudian, kereta besi dan kotak pintar di dalamnya kembali ke barisan bedengan untuk mengambil meja besi selanjutnya.

Kontrol robot
Spektakuler, salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di nurseri Ubink. Dengan produksi tujuh juta pot per tahun dari 400 varietas kaktus dan sukulen, nurseri milik Ubink bersaudara itu salah satu surga kaktus dan sukulen terbesar dan terlengkap di dunia. Opuntia, echinocactus, echeveria, dan kalanchoe hanya sekadar menyebut contoh jenis kaktus dan sukulen yang dikembangkan.
Gert (48 tahun), John (47 tahun), dan Edwin Ubink (44 tahun) mengelola dua nurseri modern seluas 6 ha di Kudelstaart (Belanda) dan 25 ha di Pulau Tenerife, Kepulauan Kanari, Spanyol—berbeda jarak lebih dari 2.000 km.
Meski luas arealnya lebih sempit, nurseri di Kudelstaart boleh dibilang sebagai pusat penjualan Ubink. Hampir dua per tiga transaksi penjualan terjadi di nurseri dengan 35 pegawai itu. Sementara di nurseri di Kepulauan Kanari di Samudera Atlantik—masuk ke dalam wilayah Spanyol tapi berjarak lebih dekat ke daratan Afrika—lebih banyak untuk kegiatan budidaya.
Untuk memudahkan perawatan ratusan jenis kaktus dan sukulen di nurseri seluas itu Ubink bersaudara mengoperasikan robot-robot pintar. Tugas mesin-mesin itu antara lain memudahkan dan mempercepat mobilitas tanaman dari bangunan penanaman, di dalam nurseri, hingga ke gudang pascapanen. Pergerakan robot dikontrol lewat komputer-komputer di ruang kerja dan di dalam nurseri. Oleh karena itu, cukup duduk di bangku atau berdiri di hadapan komputer Edwin Ubink bisa mengatur pot-pot dari bedeng mana yang masuk ke gudang pascapanen atau yang masuk ke nurseri perawatan untuk di-reppoting.
Dengan bantuan mesin-mesin pintar, Ubink bersaudara yang mewarisi nurseri kaktus dan sukulen dari sang ayah, Gerard Ubink, bisa cepat dan tepat memenuhi permintaan pelanggan. Harap mafhum pelanggan Ubink datang hampir dari seluruh penjuru dunia. Mulai dari hobiis perorangan, nurseri penjualan, hingga pusat bisnis, mal, dan hotel. Mereka meminta kaktus dan sukulen siap jual dalam beragam ukuran pot, sesuai kebutuhan. Lazimnya dalam pot berdiameter 5 cm hingga 30 cm.

Jenis baru
Nurseri Ubink berawal dari kebun di Kudelstaart yang didirikan Gerard dan sang ayah pada 1927. Dari Belanda mereka lalu mengembangkan sayap ke Kepulauan Kanari. Bisnis terus melaju karena selain memproduksi massal aneka kaktus dan sukulen, mereka juga kerap menghadirkan jenis baru atau kemasan yang menarik. Misal di gerai penjualan aneka kaktus disusun dalam dus khusus dengan lubang untuk meletakkan pot—seperti pada wadah telur. Dus didesain cantik dengan latar belakang foto gurun sehingga penataan kaktus jadi menarik.
Atau lihat saja penampilan Haworthia limifolia pada awal Desember silam. Hijaunya daun digantikan warna merah dan putih nan gemerlap. Pekerja di Ubink menyemprotkan bahan pewarna itu ke haworthia sebagai persiapan persiapan penjualan dalam menyambut Natal. Kemasan lain, pot berisi kaktus yang dikombinasikan dengan bunga kering atau kombinasi kaktus dengan aneka sukulen.
Demi memperkaya jenis, Ubink melakukan beragam cara. Misalnya mendatangkan kaktus berwarna merah menyala dari Korea Selatan. Mereka juga menyilang-nyilangkan echeveria sehingga melahirkan echeveria cantik berdaun merah muda keunguan. Koleksi lain, sukulen berdaun putih bak salju. Lalu kaktus dan sukulen itu diproduksi massal dengan bantuan robot pintar. ***

Keterangan foto

  1. Padu padan aneka sukulen
  2. Kaktus merah impor dari Korea Selatan. Mendatangkan aneka jenis kaktus dan sukulen salah satu cara untuk menambah koleksi
  3. Haworthia dengan warna merah dan putih berkilauan untuk menyambut Natal
  4. Salah satu sudut nurseri Ubink dengan sukulen hasil penyilangan sendiri, echeveria berdaun merah muda keunguan
  5. Salah satu produk andalan, sukulen berdaun putih bersih, termasuk warna langka
  6. Robot pintar buatan Agro Logicq, mempercepat dan memperlancar mobilitas tanaman
  7. Kaktus raksasa di kebun Ubink di Kepulauan Kanari
  8. Dengan bantuan robot, nurseri seluas 6 ha di Kudelstaart (Belanda) dan 25 ha di Pulau Tenerife, Kepulauan Kanari, Spanyol, masing-masing hanya memperkerjakan 35 dan 45 pegawai
  9. Edwin Ubink, direktur Ubink BV, kontrol pergerakan robot dari komputer
  10. Perbanyakan kaktus dari anakan tanaman induk dan asal biji
  11. Konsumen meminta kaktus dan sukulen beragam ukuran pot, mulai dari berdiameter 5 cm hingga 30 cm
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img