Ragam produk minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO).

Trubus — Wisnu Gardjito menyodorkan sebotol minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) kepada Trubus pada Desember 2019. Lazimnya VCO bening dan berbau khas kelapa. Sementara VCO dari Wisnu berwarna hijau dan berbau harum khas kelapa plus pandan wangi Pandanus amaryllifolius. “Itu produk pertama dan satu satunya di dunia,” kata produsen VCO di Kota Depok, Jawa Barat, itu. Produk VCO hijau itu kreasi terbaru CV Sumber Rejeki, perusahaan milik Wisnu. Ia memperkenalkan VCO hijau pada Juni 2019.

Menurut Manajer Pemasaran dan Keuangan, CV Sumber Rejeki, Muhammad Nur Azis, respons konsumen sangat baik dengan kehadiran VCO hijau. Banyak orang yang enggan meminum minyak kelapa murni. Jadi, Wisnu dan tim mengombinasikan ekstrak daun pandan dengan VCO. Harapannya tidak ada lagi sensasi meminum minyak kelapa, tapi seperti mengonsumsi penganan tradisional. Pemilihan pandan sebagai pendamping VCO juga sarat makna.
Antioksidan tinggi
Daun tanaman anggota famili Pandanaceae itu memiliki banyak manfaat seperti antiseptik dan berpotensi mencegah kanker. Saat ini Azis memproduksi sekitar 1.000 botol VCO hijau bervolume 100 ml setiap bulan. “Produksi VCO hijau berdasarkan pesanan. Jadi produk itu masih segar. Setelah dipakai, sebaiknya masukkan VCO hijau dalam kulkas agar terjaga kesegarannya,” kata Azis. Harap mafhum VCO produk Wisnu dan tim menggunakan minyak kelapa murni tanpa tambahan.

berfaedah sebagai antiinflamasi. (Dok. Trubus)
Dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, Banten, dr. Prapti Utami, M.Si., mengatakan, tidak masalah menggabungkan antara VCO dan esktrak daun pandan asalkan steril dan pembuatannya benar. Selama ini Prapti belum pernah membaca adanya kontra indikasi VCO dan daun pandan. VCO hijau bisa disebut salah satu inovasi pengolahan minyak kelapa murni. Prapti menuturkan pewarna hijau seperti daun pandan mengandung antioksidan sehingga menghambat kerusakan sel.
Selain itu, daun pandan berperan menghambat peradangan karena berefek antiinflamasi. Produk berbahan VCO lainnya kreasi CV Sumber Rejeki yakni Sannel dan Flu Care. Kedua produk itu diperkenalkan ke masyarakat pada 2007—2008. Meski tidak sebaru VCO hijau, kedua jenis produk itu hanya diproduksi perusahaan yang berlokasi di Kota Depok, Jawa Barat, itu. Belum ada produsen lain yang memproduksi produk sejenis. Flu Care lahir ketika flu burung mewabah di Indonesia.

Saat itu Wisnu membuat formula antiflu untuk kawan yang terserang flu burung. Cara pakainya sederhana. Flu Care disemprotkan lewat hidung. Sementara ekstra VCO dkonsumsi secara oral. Hasilnya kawan Wisnu membaik dan sembuh dari flu burung. Itulah cerita munculnya Flu Care yang juga mengandung minyak asiri sehingga manfaatnya lebih terasa. CV Sumber Rejeki memproduksi 2.000—3.000 botol Flu Care per bulan. Jumlah itu sama dengan produksi Sannel. Semula Sannel diproduksi untuk megatasi gangren.
Azis mengatakan Sannel juga efektif mengatasi penyakit akibat jamur seperti panu dan kurap. “Sannel pun menjadi pengganti obat merah yang lebih aman. Ada beberapa dokter yang meresepkan produk itu untuk pasiennya,” kata Azis. Kapasitas produksi Flu Care dan Sannel meningkat daripada kali pertama diperkenalkan yang hanya mencapai 100 botol bervolume 20 ml saban bulan. Kini Azis tengah mengembangkan Sannel Plus yang khasiatnya lebih hebat ketimbang Sannel.
Sambal VCO

Harga keduanya pun berbeda. Sannel Plus lebih mahal dan menyasar konsumen menengah ke atas. VCO hijau, Flu Care, dan Sannel merupakan produk turunan VCO yang masih jarang beredar di pasaran. Azis mengandalkan lebih dari 150 agen yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia sebagai ujung tombak penjualan aneka produk VCO itu. Terutama mitra di Bekasi dan Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta Pekanbaru, Provinsi Riau.
Selain produk kesehatan, Azis juga memproduksi sambal mengandung VCO. “Sambal jadi lebih sehat dan awet lantaran cendawan tidak bakal tumbuh,” kata alumnus Jurusan Ekonomi, Sekolah Tinggi Manajemen IMMI, Jakarta Selatan, itu. Nun di Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Balto Xavry Riupassa, mengolah VCO menjadi produk kesehatan kulit.
Khususnya untuk masyarakat yang kerap beraktivitas di luar ruangan. Produk itu juga bermanfaat untuk pekerja kantoran yang menghuni ruangan berpendingin udara. “Rencananya kami merilis produk itu medio 2020,” kata Balto. Azis pun merilis kosmetik khusus yang digunakan pada musim dingin untuk masyarakat di negeri subtropis pada 2020. (Riefza Vebriansyah)
