
Virgin coconut oil (VCO) menjadi suplemen penting dalam diet ketogenik.
Trubus — Jenifer Bella rutin mengonsumsi sesendok makan virgin coconut oil (VCO) setiap 3 jam sekali. Bagi ibu satu anak itu VCO suplemen wajib setiap hari. Selain itu Jenifer juga mengonsumsi makanan berbahan baku daging atau telur yang diolah dengan santan. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari. Ia berhenti mengonsumsi nasi. Sumber karbohidrat hanya dari sayuran hijau, santan, dan kacang-kacangan.
Adapun sumber serat berupa rumput laut, buah avokad, kelapa, keripik kulit, dan agar-agar. Jenifer mengonsumsi aneka jenis makanan berkadar lemak tinggi karena menjalani diet ketogenik. Ketogenik—berasal dari kata keto yang berarti lemak—merupakan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat.
Lemak sehat
Meski banyak mengonsumsi lemak, bobot tubuh Jenifer turun 9 kg hanya dalam waktu sebulan. Lingkar pinggang juga menyusut dari semula 80 cm menjadi 74 cm. Menurut pegiat dan professional coach diet ketogenik bersertifikat, Annas Ahmad, pelaku diet ketogenik menghindari konsumsi semua jenis karbohidrat (termasuk dari sayur tinggi karbohidrat) dan gula (termasuk dari buah manis).
Pelaku diet ketogenik lebih banyak mengonsumsi lemak, baik nabati maupun hewani. Dalam beberapa referensi ketogenik menganjurkan konsumsi 70—75% lemak, 15—30% protein, dan 5% karbohidrat. Namun, meski banyak mengonsumsi lemak, banyak pelaku diet keto sukses menurunkan bobot tubuh.

Alumnus Universitas Brawijaya itu menuturkan, VCO menjadi salah satu sumber lemak sehat dalam diet ketogenik. Pelaku diet sebaiknya mengonsumsinya, terutama saat memulai diet ketogenik. Anjuran konsumsi minyak kelapa murni pada pagi hari bersama teh atau kopi tanpa gula sebagai pengganti sarapan. Dosisnya cukup sesendok makan. Konsumsi minyak perawan—sebutan lain VCO— berikutnya setelah makan siang.
Menurut Annas VCO mengandung medium chain triglyceride (MCT) atau trigliserida rantai menengah. Cara metabolisme MCT berbeda dengan lemak lain. Proses penyerapan rantai menengah dalam VCO langsung melalui vena portal, yaitu pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari saluran gastrointestinal, kantong empedu, pankreas, dan limpa, ke hati.
Setelah VCO masuk ke hati, darah berjalan ke dalam pembuluh-pembuluh kecil yang melewati hati. Saat meninggalkan hati, darah dari pembuluh-pembuluh itu masuk kembali ke dalam sirkulasi darah yang lebih besar melalui vena hepatika. Darah yang dibawa oleh vena portal mengandung nutrisi dan racun yang diperoleh dari pencernaan.
Sumber energi
Penyerapan MCT juga tanpa perlu menggunakan bile acid (asam empedu) dan melalui jalur limpatik seperti halnya long chain triglyceride (LCT) atau trigliserida rantai panjang. Itulah sebabnya pada awal menjalani diet ketogenik, pelaku membutuhkan VCO karena mudah dan cepat dikonversi menjadi energi dari bahan bakar keton di lever. “Makin cepat keton muncul, makin cepat metabolisme ketosis berjalan, terutama untuk menyelamatkan otak dan otot saat glukosa dan glikogen habis karena tidak ada karbohidrat dan gula,” ujar Annas.

Ketersediaan keton juga mencegah tubuh dari proses glukoneogenesis, yaitu terbentuknya glukosa baru dari bahan selain karbohidrat, misalnya protein. Proses glukoneogenesis itu berjalan sejenak sampai tubuh benar-benar mampu memproduksi keton yang dibutuhkan. Ketika menjalani intermittent fasting atau fastosis, maka tubuh akan lebih cepat mendapatkan pengganti glukosa dengan menggunakan VCO (MCT) melalui proses ketogenesis di lever.
Dampaknya tubuh tak perlu memecah otot untuk menjadi glukosa baru dengan proses glukoneogenesis sebagai bahan bakar. Minyak kelapa murni juga berperan menghindari timbulnya gejala hipoglikemik pada masa transisi ketosis, yakni pada 2—3 hari pertama diet ketogenik. Setelah menjalani diet ketogenik selama 1—2 pekan, MCT dapat meningkatkan toleransi protein sehingga menjaga kondisi kadar gula darah dan hormon insulin rendah.
Sejak diet ketogenik tren sejak 2015, permintaan VCO kembali ramai. “Permintaan VCO meningkat rata-rata 30%,” ujar dr. Zaenal Gani, produsen di Kota Malang, Jawa Timur. (Imam Wiguna)
