Trubus.id—Rasa alpukat itu gurih, manis, pulen, dan kering. Itulah alpukat mm gupaja. “MM singkatan dari Mbah Mo sang pemilik pohon induk, sedangkan gupaja singkatan Gunung Pasir Jaya,” Edi Sutisno.
Petani alpukat di Gunung Pasir Jaya, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, menuturkan alpukat itu berbuah lebat dengan produktivitas 350 kg buah per tahun.
Alpukat mm gupaja meraih nilai tinggi dari panelis AlNusa. “Alpukat mm gupaja mendapat nilai 86,” kata Dinno.
Bentuk buah cenderung oval dengan warna kulit hijau yang berubah kuning ketika matang. Alpukat berbobot 600 gram dengan ketebalan kulit 1,5 mm itu mudah dikupas. Adapun edible portion alpukat itu mencapai 88% dengan bobot biji 49 gram.
“Alpukat mm gupaja masuk kategori buah meja,” kata Dinno.
Melihat beragam keunggulan itu, Edi mulai mengembangkan bibit mm gupaja. “Sekarang sudah tersebar di seantero Lampung hingga ke Batam. Ada 200 batang di sana,” tutur pemilik nurseri Berkah Tani Jaya itu.
Mm gupajatelah membuktikan potensi alpukat lokal tanah air tidak bisa dipandang sebelah mata. Produktivitas tinggi, penampilan eksotik, plus rasa yang nikmat menjadi alpukat idaman konsumen.
