Tuesday, August 9, 2022

Muasal Citarasa Kopi Luwak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kopi luwak diolah dari biji kopi hasil ‘fermentasi’ dalam perut luwak. Paradoxorus hermaproditus itu memilih buah kopi matang di pohon, mengupas kulit buah terluar, lalu memakan biji yang masih diselimuti lendir. Biji itu akan keluar lagi saat luwak buang hajat. Biji kopi itu masih terbungkus kulit ari yang keras sehingga tak hancur dalam pencernaan luwak dan keluar utuh bersama feses.

Bentuk itulah yang dikumpulkan pemetik kopi, dicuci, dijemur, lalu dikupas dengan mesin pengupas sehingga dihasilkan green bean–biji kopi kering yang telah dikupas kulit tanduknya dan belum disangrai–siap jual. Ujung-ujungnya jadilah kopi luwak. Kemampuan luwak menyeleksi buah dengan tingkat kematangan pas jadi penentu citarasa kopi luwak. Di perkebunan, pekerja hanya menyeleksi kematangan kopi berdasarkan tampilan warna kulit buah yang merah tua. Itu berbeda dengan luwak yang mampu menyeleksi kematangan buah dari aroma dan rasanya.

Di pabrik, biji hasil seleksi pekerja perkebunan difermentasi dengan cara mendiamkan biji kopi dalam keadaan tertutup selama 36 jam. Sedangkan fermentasi pada kopi luwak terjadi pada saluran pencernaan luwak selama 10 jam.Riset Prof Massimo Marcone dari Universitas Guelph, Kanada, menyebutkan fermentasi pada pencernaan luwak meningkatkan kualitas kopi. Kandungan protein pembentuk rasa pahit pada kopi lebih rendah ketimbang kopi biasa karena perombakan melalui fermentasi lebih optimal. Komponen yang menguap pun berbeda antara kopi luwak dan kopi biasa. Terbukti aroma dan citarasa kopi luwak sangat khas.

Previous articleKemenyan Tapanuli
Next articleKucai Antihipertensi
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img