Trubus.id — Cabai menjadi salah satu komoditas yang kerap mengalami kenaikan harga. Sebagai alternatif mengantisipasi hal itu, masyarakat secara mandiri bisa membuat bubuk cabai yang awet lebih lama. Saat harga cabai naik tetap bisa menikmati makanan dengan cita rasa pedas.
Bahan pembuatan bubuk cabai yakni cabai segar. Alat yang perlu dipersiapkan, antara lain baskom besi nirkarat (stainless steel), mesin penggiling (Hammer mill), wadah bersih, timbangan, kemasan, perekat atau sealer,dan label.
Tahapan pembuatan bubuk cabai sebagai berikut.
Sortasi
Pilih cabai merah dengan tingkat kemasakan lebih dari 60% dan kondisi fisik baik. Bila ada bagian yang rusak, harus dibuang.
Pencucian
Bersihkan cabai dari kotoran dan residu bahan kimia yang terdapat di permukaan cabai, tiriskan hingga kering.
Pengeringan
Terdapat dua metode pengeringan, yakni alami dan buatan. Pengeringan alami caranya dengan menjemur cabai selama 8–10 hari dengan panas matahari. Jika cuaca kurang baik, pengeringan relatif lama (12–15 hari). Kelebihan metode alami adalah biaya cukup murah, tetapi sangat bergantung pada cuaca. Akan tetapi, pengeringan di ruang terbuka dapat menurunkan kualitas cabai kering.
Pengeringan buatan caranya dengan mengeringkan cabai dalam oven bersuhu 60°C selama 10–15 jam. Cabai dibolak-balik setiap 3–4 jam. Pengeringan selesai ketika kadar air cabai 7–8% atau ketika cabai sudah mudah dipatahkan. Penyusutan bobot mencapai 40–50%.
Penggilingan
Haluskan cabai dengan penggiling atau hammer mill. Adapun lubang ayakan yang digunakan berukuran 60 mesh. Khusus usaha rumah tangga dapat menggunakan blender. Adapun untuk industri menengah dapat menggunakan mesin giling khusus. Jangan langsung membuka wadah penggiling sesaat setelah penggilingan untuk menghindari bubuk cabai yang amat halus masuk ke mata atau pernapasan.
Pengemasan
Pengemasan bertujuan menghindari penyerapan kembali uap air. Kemasan harus tertutup rapi. Bahan kemasan dapat menggunakan plastik atau aluminium foil.
Pelabelan
Pelabelan untuk perdagangan mengikuti Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Penyimpanan
Bubuk cabai daya simpannya mencapai 3–6 bulan. Jika pengemasan dengan aluminium foil lebih lama, yakni 2 tahun. Saran penyimpanan di ruangan bersih. Kondisi ruangan harus memiliki sirkulasi udara baik dan suhu antara 0–30°C.
Hindarkan bubuk cabai dari bahan yang menyebabkan kontaminasi dan terbebas dari hama gudang. Sumber kerusakan utama yakni air, kelembapan, sinar matahari langsung, serta hama seperti kutu, rayap, dan tikus.
