Monday, January 26, 2026

Mulsa Sahabat Petani Bawang Merah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Mudatsir, membudidayakan bawang merah menggunakan mulsa di lahan seluas 1—2 hektare (ha).

Budidaya secara intensif itu menyebabkan bawang merah tumbuh optimal. Mudatsir memanen 15 ton per ha atau total 30 ton.  Jumlah itu meningkat 10% dari panen sebelumnya yang hanya 13,5 ton per ha.

Produktivitas bawang Mudatsir lebih besar dibandingkan dengan pekebun rata-rata yang hanya mampu memanen 10—12 ton per ha. Menurut Mudatsir penggunaan mulsa memiliki banyak keuntungan.

Kelebihan pertama, lahan tidak terkena erosi ketika musim hujan. Akibatnya unsur hara tidak banyak yang hilang. Selain itu pengendalian gulma pun lebih mudah. Sebab dengan adanya mulsa pertumbuhan gulma pun tertekan. “Kalaupun masih ada hanya sedikit dan penanganannya lebih mudah karena hanya ditarik,“ tutur alumnus Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor, itu.

Selama ini petani konvensional mempekerjakan 15 orang untuk mengendalikan gulma pada budidaya bawang merah di lahan 1 ha. Selama budidaya bawang merah hingga panen atau 60 hari, petani lazimnya 3 kali mengendalikan gulma.

Keberadaan gulma sangat menganggu pertumbuhan bawang merah. Maklum, tanaman liar itu menyerap hampir 50% unsur hara. Belum lagi kehadirannya yang dapat menjadi inang bagi hama maupun penyakit. Sebab itu pada budidaya bawang merah konvensional petani kerap melakukan pengendalian gulma hingga 3 kali selama musim tanam.

Meski ada biaya tambahan untuk pembelian dan pemasangan mulsa, tetapi perhitungan Mudatsir biaya itu masih ekonomis. Ia memanfaatkan mulsa hingga tiga kali musim tanam. Menurut Mudatsir, biaya penggunaan mulsa lebih murah dibandingkan dengan biaya tenaga kerja untuk mencabut rumput. Ada juga keuntungan-keuntungan lain yang diperoleh dari penggunaan mulsa. Mulsa juga mencegah pupuk tercuci oleh air hujan sehingga penyerapan unsur hara oleh tanaman lebih optimal. Keuntungan lainnya, “Menjaga kelembapan tanah,” ujar Mudatsir. Karena unsur hara di dalam tanah tersedia maksimal, produksi pun meningkat.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img