Wednesday, August 10, 2022

Mutu Bersandar Pakan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Koi kohaku sepanjang 20 cm itu luntur: warna merah yang semula cerah pudar.

Fauzia L. Keller terperangah melihat perubahan mendadak itu. Hobiis di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu, mendatangkan kohaku dari Jepang pada 2011. Namun, tiga hari kemudian koi yang semula bercorak putih itu berubah pola, sekujur tubuh putih, warna merah hilang. Menurut Ujang Wahyanto, penangkar koi di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kejadian luntur seperti itu memang kerap terjadi saat ikan stres akibat berpindah tempat.

Soegianto dari Fei Koi Center, Cakung, Jakarta Timur, menuturkan kecerahan warna ikan tergantung pada genetik ikan, pakan, serta kondisi air dan lingkungan. Menurut Rudy Tamara, hobiis di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, bila warna ikan terlihat pudar di cahaya terang, berarti warna ikan kurang pekat. Menurut Wisnu Wisnawa, marketing director PT Prima Nutrisi Satwa Indonesia-produsen pakan koi-bila ikan memiliki bakat warna yang bagus, pemberian pakan yang tepat mampu memaksimalkan warna.

Spirulina

Wisnu mengatakan bahwa pakan koi idealnya memenuhi unsur yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, mencerahkan warna, dan memacu pertumbuhan. Pakan koi yang beredar di Indonesia umumnya memiliki varian khusus untuk mencerahkan warna, kandungan utamanya adalah spirulina. Menurut Sribudiono dari Pet Food Division PT Matahari Sakti, produsen pakan ikan, spirulina dalam pakan koi berkualitas foodgrade, sehingga tidak berbahaya bagi koi. Penambahan probiotik pada pakan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Menurut Dr Ir Mas Tri Djoko Sunarno MS, ahli pakan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor, Provinsi Jawa Barat, kandungan betakaroten pada spirulina akan masuk dalam metabolisme ikan lalu diserap tubuh untuk kemudian mempercerah pigmen. “Spirulina meningkatkan warna merah pada ikan,” kata Tri Djoko.

Agnes Anggawati dari PT Central Proteinaprima, produsen pakan koi di Jakarta, menyatakan spirulina terutama mencerahkan warna kuning, merah, dan jingga. Tumbuhan bersel satu itu sangat cocok untuk koi yang dipelihara dalam kolam tanpa lumut atau plankton sebagai sumber nutrisi. Adapun untuk kecerahan warna hitam dan putih, kualitas air lebih menentukan.

Banyak peternak koi berinovasi dengan memberikan suplemen tambahan demi mendapatkan warna dan pertumbuhan koi agar maksimal. Danny Hutomo Lianto di Surabaya, Jawa Timur, dua tahun terakhir membuat pakan sendiri berbahan baku antara lain sayuran. Produk jadi berbentuk pasta dan dikonsumsi dalam bentuk segar. “Pengeringan pakan dapat mengurangi kandungan vitamin sampai 50%,” kata Danny. Itulah sebabnya pria yang memiliki delapan kolam koi itu mempertahankan pakan buatannya tetap dalam bentuk segar. Sebelum memberikan pakan ke ikan, ia membentuk pakan menjadi bulatan kecil sehingga ikan mudah mengonsumsi.

Menurut Danny, pakan alami membuat warna ikan menjadi cerah dalam waktu 3-7 hari. Purwo Prayogo, penangkar koi di Blitar, Jawa Timur, juga memberikan pakan alami berupa sayuran. Ia menghaluskan wortel dan berbagai jenis sayuran lain, lalu memberikannya bersama pelet dengan perbandingan 1:1. Purwo memberikan tambahan sayuran setiap tiga hari sekali. Setelah dua bulan, ia menghentikan perlakuan untuk mencegah warna putih menjadi kuning.

“Wortel kaya betakaroten sehingga bisa menaikkan warna merah seperti spirulina,” kata Tri. Pemberian pakan bergantian juga dilakukan Fauzia, setiap 14 hari ia menghentikan pakan untuk pencerah warna selama beberapa hari. “Supaya warna tidak pecah, buram, atau pattern putus,” kata pemilik Koi Collection itu.

Sribudiono juga sepakat, pemberian spirulina secara terus-menerus dapat memunculkan pattern yang tidak diinginkan, sehingga pakan harus diberikan secara berimbang. Purwo juga memiliki resep lain untuk mempercerah warna koi-koi kesayangannya. Ia menumbuk udang atau kepiting sungai lalu memberikan bersama pelet dengan perbandingan 30 : 70 setiap 10 hari. Setelah warna merah pada ikan sudah terlihat, ia menghentikan pemberian.

Astaxanthin

Achun Go, pemilik grand champion kategori gosanke di 1st Semarang One Day Koi Show 2012, juga kerap memberikan udang untuk menjaga kecerahan warna. Ia menghaluskan 0,5 kg udang, dua butir telur ayam kampung, tepung roti, dan dua bungkus agar-agar, lalu mengetimnya. Satu adonan itu cukup untuk 20 ekor koi berukuran 40-45 cm setiap hari. Menurut Muhammad Abdullah SSi, dosen Jurusan Biologi, Universitas Negeri Semarang, kulit udang-juga lobster, dan kepiting-mengandung astaxanthin. Senyawa itu mampu meningkatkan kecerahan warna pada berbagai produk, seperti kulit ikan dan kuning pada telur unggas.

Jalan lain untuk mencerahkan warna adalah memberikan madu. Itulah kiat Santosa, ketua Jogja Koi Club di Yogyakarta, mendongkrak kualitas koi. Ia mencampur 100 g pakan dengan 1 sendok teh madu dan 5 ml air. Adonan itu untuk 10 ekor ikan koi berukuran 40 cm. Ia memberikan ramuan itu dua kali dalam sehari. Menurut Tri Djoko, madu memperbaiki daya tahan tubuh karena mengandung karbohidrat dan glukosa. Dengan tubuh prima warna pun cemerlang. (Susirani Kusumaputri/Peliput: Andari Titisari & Bondan Setyawan)

 

^       Dr Ir Mas Tri Djoko Sunarno MS, “Wortel kaya betakaroten sehingga bisa menaikkan warna merah.”

 

>   Pemberian pakan secara seimbang salah satu kunci mendongkrak kualitas koi

^       Warna koi menjadi salah satu kriteria penilaian kontes

 

<       Kondisi air turut mempengaruhi kecerahan warna koi

 

<<   Haluskan wortel  dan berbagai jenis sayuran lain lalu diberikan bersama pelet dengan perbandingan 1:1

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img