Wednesday, August 10, 2022

Mutu Premium Jamu Gendong

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Botol kemasan sebagai wadah jamu produksi Lasmi.
Botol kemasan sebagai wadah jamu produksi Lasmi.

Jamu gendong dengan rasa dan kualitas prima membuat pelanggan ketagihan.

Pahit, getir, dan membuat muka mengernyit. Itulah yang terbayang dalam benak ketika mendengar kata jamu. Jangan salah, tidak semua jamu membuat peminumnya kecut menahan getir. Salah satunya adalah racikan Lasmi di Mampang, Jakarta Selatan. Penampilan jamu racikan perempuan berusia 45 tahun itu pun mentereng dalam botol kaca bersih dan terlindung segel.

Lasmi membuka salah satu botol bertuliskan “sanapis”, menuangkan isinya ke dalam cangkir, lalu menyodorkan kepada Trubus. Paduan antara rasa masam dan manis sangat pas dan menyegarkan, jauh dari kesan seram minum jamu. Sanapis akronim dari sawi, nenas, dan jeruk nipis—bahan utama pembuatan jamu itu. “Sanapis berkhasiat banyak bagi kesehatan tubuh,” kata Lasmi.

Lasmi mempelajari proses produksi jamu sejak masa kecil di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Lasmi mempelajari proses produksi jamu sejak masa kecil di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kementerian melanggani
Menurut Lasmi sawi berperan melancarkan buang air besar karena mengandung banyak serat, selain itu juga mengandung vitamin C, sedangkan nanas memberikan rasa segar dan mampu menurunkan kolesterol. Jeruk nipis selain memberikan rasa masam juga berguna untuk menguatkan jantung dan meredakan batuk. Selain sanapis yang terbilang kreasi baru, Lasmi juga membuat jenis-jenis racikan lama yang legendaris.

Sebut saja beras kencur, kunyit asam, atau bir pletok. Semuanya bercitarasa premium. Keruan saja jamu racikan Lasmi selalu dirindukan konsumen. Pelanggan Lasmi antara lain 11 kementerian. Di luar acara instansi mereka, pegawai kementerian dan beberapa dinas rutin memesan jamu produksi Lasmi.

Itu sebabnya setiap hari dibantu 4 karyawan pemasaran, anak ke-2 dari 4 bersaudara itu rutin memboyong 200—300 botol bervolume 600 ml mengendarai motor berkeliling ibukota untuk mengantarkan pesanan. Dalam sehari ia mengunjungi 4—5 kantor dinas atau kementerian. Hal itu ia lakukan sejak 2015. Sebagai generasi ketiga dari keluarga peracik jamu asal Kota Jamu Sukoharjo, sejak kecil Lasmi menyaksikan proses pembuatan jamu dari pemilihan bahan baku.

Ia kerap menemani sang ibu berjualan jamu gendong. Pada usia 16 tahun, Lasmi mulai berjualan jamu sendiri. Itu sebabnya ia sangat paham cara membuat jamu kualitas premium. Ia memulai dengan pemilihan bahan baku yang baik. Rimpang kunyit, misalnya, yang layak untuk bahan baku harus benar-benar tua. Cirinya berwarna kuning tua. “Tingkat kematangan dan komposisinya membuat rasa lebih mantap. Biasanya baru dipanen setelah berumur setahun,” kata Lasmi.

Produsen jamu itu mempunyai pemasok andalan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, yang rutin memasok kunyit berkualitas dari Jawa Tengah dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dengan bantuan 8 karyawan, Lasmi memulai pembuatan jamu pada pukul 19.00 hingga pagi hari. Itu untuk memperpanjang masa kedaluwarsa karena ia antipenggunaan pengawet sintetis. Pekerjaan dimulai dari membersihkan dan mengupas bahan baku.

Jamu kualitas terbaik, dengan bahan baku terpilih dan proses higienis.
Jamu kualitas terbaik, dengan bahan baku terpilih dan proses higienis.

Minyak asiri
Lasmi mewajibkan pekerjanya mencuci tangan sebelum memegang bahan atau memroses bahan untuk menjaga higienitas jamu. Selain itu, Lasmi mengkhususkan penggunaan 1 alat untuk 1 bahan. Contohnya, ibu 3 anak itu menggunakan blender khusus untuk menghaluskan temulawak. Saat akan melembutkan bahan lain, ia menggunakan blender berbeda.

Karyawan yang bertugas pun sesuai dengan jenis jamu yang biasa dikerjakan masing-masing untuk mengurangi risiko bahan yang tercampur atau proses yang terlewat. Beberapa bahan mendapat perlakuan praolah khusus. Salah satunya beras untuk beras kencur, yang biasanya hanya direndam sebelum dihaluskan. Di dapur Lasmi, beras itu direndam lalu disangrai.

“Selain memperkuat citarasa, penyangraian mencegah munculnya rasa begah bagi konsumen yang sensitif beras mentah,” kata ketua Paguyuban Jamu Gendong Lestari itu. Pegawai membersihkan rimpang kencur dan langsung menghaluskan berikut kulitnya untuk mempertahankan minyak asiri di kulit. Herbalis dari kota Malang, Jawa Timur, dr Zainal Gani, menyatakan, beberapa bahan herbal digunakan untuk diambil minyak asirinya.

Minyak asiri itu memang diharapkan keberadaanya karena mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Setelah halus, semua bahan lantas direbus dalam dandang berbahan baja nirkarat berkapasitas 50 liter. Menurut dr Sidi Aritjahja, dokter dan herbalis di Yogyakarta, alat rebus nirkarat memang ideal karena mencegah reaksi antara logam dengan zat dalam herbal.

Perebusan bahan jamu menggunakan wadah tahan karat sehingga aman.
Perebusan bahan jamu menggunakan wadah tahan karat sehingga aman.

Hanya sehari
Lasmi memanfaatkan air mineral bebas kaporit maupun bahan kontaminan lain untuk merebus bahan baku. Setelah mendidih, ia menyaring air rebusan untuk memisahkan ampas bahan baku. Ia mengulang penyaringan sampai 4—5 kali sampai benar-benar tidak ada ampas yang tersisa. Dalam kondisi hangat, ia langsung memasukkan air rebusan bebas ampas itu dalam botol.

“Memasukkan jamu yang masih panas ke dalam botol mencegah kontaminasi bakteri,” kata Lasmi. Botol itu langsung ditutup, disegel, lalu dibiarkan dalam suhu ruang. Pada keesokan paginya, jamu meluncur ke tangan pembeli. Lasmi mendapatkan botol kaca bersih dari pengepul langganannya. Meski tampak bersih, ia cuci ulang lalu mengukus botol-botol agar benar-benar steril.

Setelah semua tahapan melelahkan itu, Lasmi menyatakan bahwa jamu produksinya yang masih tersegel hanya tahan 1 hari dalam suhu ruang. “Dalam pendingin bisa tahan seminggu, asalkan masih tersegel,” kata Lasmi. Ciri jamu yang kedaluwarsa salah satunya adalah mengalami perubahan warna atau rasa.

Menurut herbalis di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Wahyu Suprapto, pembuatan jamu berkualitas memerlukan peralatan yang baik dan pengolahan yang benar. Kualitas jamu racikan Lasmi terbukti oleh sertifikat aman dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan memperoleh label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Reputasi jamu asal gang sempit di Mampang itu bahkan sampai di telinga Presiden Joko Widodo, yang langsung berminat mencicipi.

Tentu saja sebelum dicecap sang RI-1, protokoler kepresidenan menguji jamu itu. Presiden bahkan angkat jempol terhadap rasa dan kualitas jamu racikan mantan penjual jamu gendong itu. Pantas pada Desember 2015 ia memperoleh penghargaan bergengsi Trubus Kusala Swadaya. (Muhammad Awaluddin)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img