Friday, December 9, 2022

Naga Pelindung Tubuh

Rekomendasi

Buah Naga Merah (kanan) dan Putih (kiri) berantioksidan tinggiKonsumsi buah naga secara teratur membantu tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

 

Sekali kepincut, Djoko Witjaksono tak bisa berpaling dari buah naga. Setiap pekan pria yang berdomosili di Denpasar, Bali, itu bisa menghabiskan 4 kg buah naga. Di rumah Djoko menyantap daging buahnya langsung. Sesekali ia mengolah buah naga menjadi jus dengan campuran stroberi, melon, tomat, dan wortel.

Djoko kepincut citarasa buah naga sejak September 2012. Ketika itu sang istri membawakan 2 kg buah naga berdaging putih Hylocereus undatus. “Sempat bingung rasanya seperti apa, tapi karena bentuk buah yang menarik, akhirnya penasaran untuk mencoba. Rasa buahnya manis dan beberapa bagian terasa masam,” ujar kelahiran Nganjuk 35 tahun lalu itu. Pada November 2012 ia mengganti buah naga putih dengan buah naga merah Hylocereus costaricensis karena citarasa lebih manis.

 

Riset di Jember

Sejak rutin mengonsumsi buah naga, Djoko merasa tubuh lebih bugar. Dari informasi yang ia dapat, salah satunya sebagai sumber antioksidan penangkal radikal bebas. Radikal bebas dihasilkan dari proses metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, sinar ultraviolet, zat pemicu dalam makanan, dan polutan lain. Radikal bebas memicu munculnya berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan penyakit degeneratif lain seperti diabetes mellitus, jantung, dan stroke.

Djoko WitjaksonoKhasiat yang dirasakan Djoko sejalan dengan riset Evi Umayah Ulfa SSi MSi Apt dan Mochamad Amrun Hidayat SSi MFarm Apt dari Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jawa Timur. Mereka melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak buah naga daging putih Hylocereus undatus. Riset itu berdasarkan asumsi atas kandungan vitamin C dan karoten yang terdapat di dalam buah naga yang bersifat antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak air dan ekstrak metanol buah naga sebagai penapisan zat aktif.

Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas yang stabil. Menurut Evi dan Amrun metode aktivitas antiradikal bebas DPPH digunakan untuk menapis aktivitas antioksidan pada bahan alam seperti pada buah-buahan.

Hasil riset menunjukkan bahwa hasil pengujian aktivitas antiradikal bebas ekstrak air dengan konsentrasi 4,49%  atau setara dengan 15,4 g buah naga segar mempunyai kapasitas peredaman terbesar, yakni 87,11% pada menit ke-5 dan 90,83% pada menit ke-30. Persentase itu menunjukkan ada tidaknya aktivitas antiradikal bebas atau antioksidan. Nilai 0% berarti tidak mempunya aktivitas antiradikal bebas. Nilai 100% berarti sebaliknya. Menurut Evi dan Amrun, bahwa untuk mengetahui batas konsentrasi aktivitas ekstrak air, maka perlu diencerkan menjadi beberapa konsentrasi, yaitu 0,45%, 1,35%, 2,25% dan 4,49%.

Pada pengujian aktivitas antiradikal bebas ekstrak metanol dengan konsentrasi 64,68% atau  setara dengan 49,6 g buah naga segar mampu meredam secara total larutan DPPH. Oleh karena itu perlu diencerkan menjadi beberapa konsentrasi untuk mengetahui batas konsentrasi aktivitasnya. Beberapa konsentrasi yang digunakan untuk pengujian yaitu 1,01%, 4,04%, 5,17% dan 6,47%. Setelah diencerkan, aktivitas peredaman terbesar diberikan oleh ekstrak metanol 6,47% dengan kapasitas peredaman 79,18% pada menit ke-5 dan 90,46% pada menit ke-30.

Menurut periset ekstrak air cenderung memiliki aktivitas peredaman DPPH lebih besar daripada ekstrak metanol. Diduga itu karena kandungan vitamin C yang mudah larut ke dalam air dibandingkan dalam metanol. Pada ekstrak metanol kemungkinan disebabkan oleh kandungan senyawa fenol dan betasianin yang lebih mudah terpartisi ke dalam metanol daripada dalam air.

 

Rutin konsumsi buah naga baik untuk kesehatanBerhenti merokok

Selain mengonsumsi buah naga, Djoko juga menghentikan kebiasaan merokok. Semula pria perokok sejak 1997 itu bisa menghabiskan 1—2 bungkus rokok putih setiap hari. “Sejak mulai mengenal manfaat buah naga, tekad menjadi bulat untuk menghentikan kebiasannya merokok,” ujar tutur alumnus Desain Grafis Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, Jawa Barat, itu.

Baru sekitar tiga bulan mengonsumsi buah naga, badannya semakin bugar. “Berbeda dengan pada saat masih merokok, ketika baru berolahraga rasanya mudah lelah dan pengap di dada serta mudah sekali terserang flu,” ujar Djoko. Dokter ahli gizi, dr Nany Leksokumoro MS SpGK, menuturkan buah naga memang berpotensial sebagai buah dengan kandungan antioksidan. Itu dipengaruhi oleh kandungan gizi yang terdapat di dalamnya yaitu vitamin C, betakaroten, serat tingi, dan likopen. “Buah atau sayuran yang memiliki warna lebih cerah memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan buah dengan warna yang cenderung pucat,” ujar dokter ahli gizi yang berpraktek di Rumah Sakit Ibu Anak Famili, Pluit Mas, Jakarta Utara, itu.

Manfaat besar yang dimiliki buah naga menjadi peluang tersendiri bagi beberapa pekebun. Salah satunya Handoyo di Jakarta Timur. Setiap bulan direktur PT Buana Agro Sentosa itu memasarkan 30 ton buah segar yang dipetik dari kebun yang berlokasi di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan selalu habis terjual.  Harap mafhum Handoyo memang bisa mengatur buah naga panen di luar musim. Lazimnya buah naga panen raya pada Desember—April.

Pembeli datang dari Jakarta dan sekitarnya. “Mereka mengonsumsi buah naga untuk menjaga kebuagaran tubuh,” kata Handoyo. Sebab, lanjutnya, buah naga kaya antioksidan, bagus untuk pencernaan, dan memperlancar peredaran darah. Selain menjual buah naga superred segar, Handoyo mengolah buah itu menjadi jus bersama ekstrak buah delima. “Pemintaan akan olahan buah naga cukup lumayan, mencapai 30% dari permintaan total setiap bulannya,” ujar Handoyo. Pria yang menjual olahan buah naga sejak September 2013 itu menuturkan buah delima kaya vitamin C dan baik untuk kesehatan jantung.

Menurut dokter dan herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, mengonsumsi rutin buah naga daging merah maupun putih dapat meningkatkan daya tahan tubuh. “Terutama pada buah naga merah, diduga lebih tinggi kandungan antiosidannya,” tutur dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Ia menyarankan untuk mengonsumsi 250 g buah naga per hari sekitar setengah sampai satu jam sebelum makan. “Tapi pada buah naga belum diketahui senyawa antioksidan yang berperan mengatasi radikal bebas,” ujar Prapti.

Herbalis Lukas Tersono Adi menuturkan daya tahan tubuh akan meningkat jika kita memperbaiki pola hidup, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi. Salah satunya buah naga dengan kemampuan sebagai antioksidan yang jadi tameng tubuh dalam menghadapi gempuran radikal bebas. (Muhamad Cahadiyat Kurniawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img