Wednesday, August 10, 2022

Omzet Maksi Berbisnis Gupi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Gupi jenis blonde yellow cobra. (Dok. Swasti Farm)

Saat pandemi korona Akhmad Taufiq Sholeh, S.Pt. menjual lebih banyak gupi. Penjualan meningkat 900%.

Trubus — Peternak gupi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Akhmad Taufiq Sholeh, S.Pt. semringah ketika mengecek buku penjualan. Di buku itu tercatat total 1.802 pasang gupi terjual pada Oktober 2020. “Peningkatan penjualan bisa mencapai 900%,” ujar peternak gupi sejak 2013 itu. Pada akhir 2019 atau sebelum pandemi korona Taufiq menjual rata-rata 200 pasang gupi saban bulan. Penjualan gupi justru meningkat saat pandemi korona.

Peternak gupi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Akhmad Taufiq Sholeh, S.Pt. (Dok. Swasti Farm)

Pemilik Swasti Farm itu menjual sepasang gupi Rp100.000—Rp1.750.000. Taufiq membagi produk menjadi lima kategori, yakni pemula, menengah, semiprofesional, profesional, dan master. Harga kelas pemula Rp100.000, menengah Rp175.000, semiprofesional Rp350.000, profesional Rp400.000, dan master Rp350.000—Rp1.750.000. Semua harga itu per pasang Poecilia reticulata atau terdiri atas jantan dan betina.

Edukasi konsumen

Taufiq mengatakan, “Biaya produksi hingga siap jual sama untuk semua kategori, kisaran Rp1.000 per ekor.” Umur ikan siap jual rata-rata 2,5—3 bulan sejak menetas. Penangkar selama tujuh tahun itu mengatakan, ikan kategori pemula berciri mudah dipelihara, jumlah banyak, dan mudah ditangakrakan (lihat tabel Lima Kelas Gupi).
Permintaan dominan terutama kategori menengah mencapai 50%. Pehobi anyar terutama kalangan pelajar dan mahasiswa. Omzet Swasti Farm dari perniagaan gupi minimal Rp180 juta per bulan.

Taufiq memprediksi tren gupi terus meningkat selama masa pandemi. Masyarakat membutuhkan aktivitas lain selama berkegiatan di rumah. Ikan anggota keluarga Poeciidae itu menemani para pehobi ketika beraktivitas di rumah. Para pehobi tidak memerlukan tempat luas karena ukuran gupi relatif kecil. Mereka cukup stoples berdiameter dan tinggi 15 cm untuk memelihara sepasang ikan asal Amerika latin itu.

Gupi jenis albino full red. (Dok. Swasti Farm)

Namun, jika aktivitas kembali normal dan sekolah dibuka tren mungkin turun. Penyebabnya masyarakat tidak lagi mempunyai waktu luang seperti pada masa pandemi. Taifiq menyiasati potensi permintaan turun dengan berkonsentrasi membentuk dan meningkatkan basis pasar. Caranya ia rutin promosi sekaligus mengedukasi konsumen terkait manfaat memelihara ikan gupi. Edukasi biasanya membuat konten rutin di media sosial.

Isi konten tidak melulu promosi berjualan, edukasi juga meliputi berbagi tip perawatan, mengenal varian, dan kualitas gupi. Menurut Taufiq kapasitas produksi bisa memenuhi permintaan. Kapasitas produksi Swasti Farm hingga 10.000 ekor atau 5.000 pasang per bulan. Sementara permintaan rata-rata 1.500—2.500 pasang saban bulan.

Diversifikasi produk

Saat masa pandemi permintaan sarana pendukung gupi juga mengalami peningkatan. Sarana pendukung itu antara lain pakan, suplemen, obat, akuarium, kotak pemijahan, pembersih jamur akurium, dan serokan. Diversifikasi produk itu juga bisa mendukung hobi gupi tetap langgeng. Jika dianalogikan otomotif, sarana penunjang itu ibarat suku cadang. Layanan edukasi dan menyediakan produk sarana penunjang hobi ibarat pelayanan pascajual.

Gupi jenis blonde yellow lace daouble sword.

Produk sarana pendukung pun bisa menjadi tambahan omzet perniagaan gupi. Menurut Taufiq bisnis gupi potensial untuk ditekuni. Bisa juga menjadi alternatif mata pencaharian tambahan ketika pandemi. Seperti bisnis berbasis hobi lainnya, terpenting menyenangi gupi terlebih dahulu. Barulah profit mengikuti jika ditekuni serius. Contohnya Taufiq yang memulai pada 2013 dengan dua pasang induk dengan wadah perbanyakan dalam baskom. Kini 500 induk dengan kapasitas produski bisa hingga 10.000 ekor saban bulan. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img