Monday, July 15, 2024

Pakan Fermentasi Hemat Biaya 40%

Rekomendasi
- Advertisement -
Domba tumbuh baik dengan pakan fermentasi.

Kulit nanas potensial sebagai pakan domba. Biaya lebih irit dan alternatif saat hijauan langka.

Trubus — Peternak domba di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Amud girang bukan kepalang. Sepuluh domba milik Amud tumbuh sehat dan layak sebagai hewan kurban. Sebelumnya, pria 54 tahun itu enggan berternak domba. Musababnya stok hijauan cukup langka di daerah berketinggian 600 meter di atas permukaan laut itu. Rumput pakan domba seperti odot atau rumput gajah amat terbatas.

Apalagi ketika musim kemarau datang, Amud mesti mencari hijauan ke desa tetangga. Amud berternak domba bersama 30 orang lainnya tergabung di kelompok Sentra Ternak Subang. Seorang peternak memelihara 10 domba. Pada awal 2018 Dompet Dhuafa membina dan membantu fasilitas ke kelompok ternak yang dipimpin Amud, termasuk penambahan anakan dan indukan untuk pembesaran.

Pertumbuhan baik

Salah satu pembinaan Dompet Dhuafa yakni memanfaatkan limbah di sekitar peternakan sebagai alternatif pakan. Di sekitar peternakan terdapat kebun buah naga, jambu, pepaya, dan nanas. Kebun seluas 10 hektare itu juga binaan Dompet Dhuafa. Salah satu limbah yang belum termanfaatkan adalah kulit nanas. Menurut pendamping program kegiatan peternakan Dompet Dhuafa, Agung Kharisma, pemanfaatan limbah sebagai pengganti atau tambahan pakan cara memenuhi kebutuhan pakan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Pemenuhan kebutuhan pakan wajib. Musababnya domba menghendaki jumlah pakan minimal 10% dari bobot tubuh per hari. Artinya jika bobot domba 30 kg, kebutuhan pakan minimal 3 kg per hari. Total populasi 300 ekor, sehingga kebutuhan rata-rata kelompok ternak 900 kg pakan per hari. Oleh karena itu, petani kerap kesulitan memenuhi kebutuhan rumput untuk pakan domba.

Pembimbing program kegiatan peternakan Dompet Dhuafa, Agung Kharisma.

Keadaan berubah ketika kelompok peternak belajar membuat pakan domba fermentasi. Kebutuhan pakan relatif terpenuhi. Peternak hanya memberikan 20% rumput. Sisanya menggunakan pakan fermentasi. Menurut Amud kelebihan lain menggunakan pakan fermentasi lebih ekonomis. Apalagi ketika musim kemarau dan sulit memperoleh hijauan. Menurut Amud biaya pembuatan pakan fermentasi kulit nanas rata-rata Rp600 per kilogram.

Adapun harga rumput untuk pakan Rp1.000 per kilogram jika langka. Artinya peternak bisa menghemat biaya hingga 40%. “Harga rumput melambung ketika musim kemarau, karena ketersediannya sedikit,” kata Amud. Pertumbuhan domba yang mengonsumsi pakan hasil fermentasi kulit nanas tidak berbeda nyata dibandingkan dengan domba yang mengonsumsi rumput.

Menurut alumnus Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Universitas Pendidikan Indonesia itu dengan proses fermentasi, nutrisi kulit nanas dan jerami cocok untuk pakan domba. Menurut Agung peternak tidak selalu harus memanfaatkan kulit nanas sebagai bahan baku. Peternak bisa memanfaatkan berbagai limbah sebagai campuran pakan sesuai dengan ketersediaan di tiap daerah seperti limbah roti atau bungkil kedelai. “Pengadaan bahan pakan dengan jarak di atas 30 kilometer tidak ekonomis,” kata Agung.

Lolos syarat

Menurut dokter hewan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, drh. Ifan Aria Munandar, rumput pakan terbaik untuk domba. Namun, jika hijauan kurang peternak boleh memberikan pakan fermentasi untuk domba. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor itu mengatakan, jika tidak ada masalah berarti pada ternak, pemberian pakan fermentasi bisa dilanjutkan.

Jerami padi campuran lain pakan fermentasi.

Pengalaman beberapa peternak yang pernah memberikan pakan fermentasi kulit nanas, aroma kotoran tidak terlalu menyengat. Menurut penyelia divisi ekonomi Dompet Dhuafa, Satria Nova, syarat domba untuk hewan kurban sesuai syariah yakni cukup umur dan tidak cacat. Dompet Dhuafa menambahkan syarat tambahan yakni jantan dan kesesuaian bobot. Meski cukup umur, domba berbobot kurang dari 23 kg tidak lolos untuk hewan kurban.

Domba yang lolos sebagai hewan kurban terbagi menjadi 2 kelas. Kelas biasa dan kelas premium. Bobot kelas biasa di kisaran 23—28 kg per ekor. Untuk bobot premium 29—35 kg per ekor. Dari total 300 domba itu tidak semuanya untuk pembesaran. Sejumlah 70 ekor untuk pembibitan. Rinciannya 60 ekor betina dan 10 ekor pejantan. Sisanya sebanyak 160 ekor dialokasikan untuk pembesaran hewan kurban.

Total 147 ekor lolos syarat hewan kurban. Sisanya 13 ekor tidak lolos karena bobot kurang dari 23 kg. Domba yang lolos seleksi dibeli Dompet Dhuafa untuk kegiatan tahunan tebar hewan kurban. Adapun domba yang tidak lolos syarat hewan kurban bisa dijual peternak ke tempat pemotongan hewan atau pasar lokal. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img