Trubus.id-Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. Dr. Drh. Agik Suprayogi, M.Sc., AIF, bersama tim menciptakan pakan suplemen berbahan daun katuk untuk sapi perah. Pakan inovatif itu terbukti meningkatkan produksi susu sekaligus menjaga daya tahan tubuh sapi.
Peternak sapi perah di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sofyan, merasakan langsung manfaatnya. Ia mengaku kini seekor sapi perah betina mampu menghasilkan 25—30 liter susu per hari, dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Sofyan memberikan 100 gram pelet daun Sauropus androgynus yang telah mengalami proses depolarisasi untuk setiap ekor sapi setiap hari. Pelet daun katuk tersebut ia campur bersama pakan konsentrat.
Menurut Sofyan, produksi susu paling optimal bila pelet daun katuk diberikan 10 hari sebelum sapi melahirkan. Pada masa itu, sel kelenjar air susu pada ambing sedang tumbuh pesat.
Peternak lain di Pangalengan, Asep Yayan, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengatakan, pelet daun katuk membuat sapi lebih lahap makan dan lebih sehat selama masa laktasi.
Menurut Asep, kondisi sapi yang sehat membuat kasus mastitis atau radang kelenjar susu semakin jarang terjadi. Ia menilai pakan daun katuk berfungsi layaknya vitamin tambahan bagi ternak.
Prof. Agik menjelaskan, pelet daun katuk dirancang sebagai pakan imunobooster alami untuk sapi perah. Kandungan senyawa aktif di dalamnya membantu meningkatkan metabolisme dan sistem kekebalan tubuh sapi.
Manfaat pakan inovatif itu juga dirasakan peternak sapi perah di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Mereka melaporkan peningkatan produksi susu sekaligus penurunan kasus penyakit pada sapi.
